100 UKM Ikuti Pameran Pangan Nusa dan PPDNR

Senin,  5 Mei 2014

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM –  Sebanyak 100 usaha kecil dan menengah (UKM) berpartisipasi  dalam  Pameran Pangan Nusa (PPN) ke-9 dan Pameran Produk Dalam Negeri Regional (PPDNR) ke-4 yang berlangsung  2-5 Mei 2014 di Bandar Lampung, Lampung.

Pameran kali ini diikuti 12 provinsi yang berpartisipasi sebagai peserta, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, DI Yogyakarta, NTT, DKI Jakarta, Maluku, Kalimantan Barat, bersama peserta UKM tuan rumah dari Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung.

“Pameran Pangan Nusa akan diisi oleh 50 stan yang terdiri dari 25 stan untuk 12 provinsi dan 25 stan untuk tuan rumah yaitu Kab/Kota di Provinsi Lampung. Sementara itu, Pameran Produk Dalam Negeri Regional juga akan diisi 50 stan yang terdiri dari 25 stan untuk 12 provinsi peserta dan 25 stan untuk tuan rumah yaitu Kab/Kota di Provinsi Lampung,” jelas Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Srie Agustina di Bandar Lampung, akhir pekan lalu.

Kegiatan yang merupakan agenda tahunan ini adalah salah satu ajang mempromosikan produk usaha kecil menengah (UKM) pangan nusantara dan memperkenalkan potensi kuliner unggulan dalam negeri, serta meningkatkan penggunaan produk potensial dalam negeri yang berkualitas dan berdaya saing.

“PPN dan PPDNR bertujuan mengembangkan dan meningkatkan baik potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia di daerah yang belum dapat mengolah hasil buminya secara maksimal. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian daerah, memaksimalkan potensi pasar dalam negeri, menumbuhkan semangat kewirausahaan dengan munculnya wirausaha baru yang kompeten, serta menciptakan lapangan kerja baru,”  ungkap   Wakil Menteri Perdagangan  Bayu Krisnamurthi dalam acara pembukaan PPN dan PPDNR.

Pameran ini berfungsi sebagai ajang persaingan sehat bagi para UKM, serta sebagai sarana menjalin misi dagang lokal dalam rangka membangun konektivitas, jejaring, dan transaksi penjualan produk-produk UKM antarprovinsi (regional).

Di samping itu, dalam rangka implementasi Permendag No. 70 tahun 2013 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern, dilakukan juga penilaian produk UKM potensial oleh assessor/merchandiser dari beberapa ritel modern, antara lain Carrefour, Alfamart, Indomaret, Hypermart, dan Giant.

Pada pameran ini, dihadirkan juga stan tematik yang bertujuan untuk lebih mengangkat kekhasan pangan asal Lampung dan produk-produk dalam negeri yang sudah dipasarkan secara internasional.

Produk yang ditampilkan yaitu produk ikan segar dan olahan hasil laut, serta produk sandang kreasi anak negeri yang sudah dipasarkan baik secara lokal maupun internasional, antara lain sepatu Adidas dan sepeda Polygon.

Adapun kegiatan pendukung selama kedua pameran tersebut berlangsung, diadakan Lomba Masak Makanan Minuman Khas Daerah yang bertujuan mengembangkan potensi daerah, khususnya keanekaragaman cita rasa Nusantara dan mendorong pengembangan produk kuliner nasional. Lomba ini diikuti oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung dan beberapa daerah peserta pameran dengan total peserta sebanyak 13 tim.

Untuk lebih mendorong potensi kemitraan antara ritel modern dan UKM,  dilaksanakan Forum Dagang di Hotel Sheraton, Bandar Lampung.

Forum Dagang ini merupakan sarana mempertemukan para pengusaha dari provinsi lain (Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Sumatera Barat) dengan pengusaha setempat (Bandar Lampung dan sekitarnya). Melalui Forum Dagang ini diharapkan dapat terjadi hubungan dagang antarpeserta dan meningkatkan jejaring pemasaran baru lintas regional guna terwujud transaksi domestik.

Pada kesempatan yang sama, Bayu Krisnamurthi   secara simbolis juga memberikan bantuan sarana usaha kepada dua orang perwakilan pedagang kaki lima (PKL) berupa 50 unit gerobak dan 100 unit tenda kepada Pemerintah Provinsi Lampung guna diserahkan kepada para PKL di wilayah Lampung.

“Program fasilitasi sarana usaha ini merupakan salah satu kegiatan Kemendag yang langsung menyentuh pada kebutuhan UKM dan PKL, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktifitas dan penghasilan bagi UKM itu sendiri,” tegasnya.

“Kota Bandar Lampung dipilih sebagai lokasi pertama penyelenggaraan PPN dan PPDNR di tahun 2014 salah satunya karena Lampung merupakan ‘gerbang’ Pulau Sumatera. Lampung memiliki dua pelabuhan berkelas internasional sehingga berpotensi untuk pengembangan berbagai jenis industri yang dapat diekspor, mulai dari industri kecil (kerajinan) hingga industri besar, seperti kopi, cokelat, kelapa sawit, gula, dan tambak udang,” jelas Bayu.

Hal tersebut ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi Lampung pada 2013 sebesar 5,97% atau mencapai Rp 164,39 triliun (1,8% dari PDB Nasional), lebih tinggi dibanding PDB Indonesia sebesar 5,78%.

Pelaksanaan PPN dan PPDNR 2014 ini merupakan awal dari rangkaian pameran yang selanjutnya akan dilaksanakan di tiga kota lainnya, yaitu di Purwokerto, Jawa Tengah (23-26 Mei 2014); Malang, Jawa Timur (19–22 Juni 2014); dan sebagai acara puncak, akan dilaksanakan PPN dan PPDNR Nasional pada 29 Agustus-1 September 2014 di Lapangan Monas, Jakarta. (ra)

Leave a Comment