16 Jenis Kopi Indonesia Punya Indikasi Geografis

Selasa, 11 Juli 2017

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM –  Potensi  industri kecil dan menengah (IKM) olahan kopi di dalam negeri didukung dengan 13 sentra produksi kopi yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Antara lain, Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Papua dengan total sebanyak 476 unit usaha.

“Saat ini sudah ada 16 kopi Indonesia yang telah mempunyai indikasi geografis sebagai keunggulannya,”  kata Dirjen IKM Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih  di sela  acara Peluncuran Pembinaan dan Pengembangan IKM Kopi di Jakarta, Senin (10/7).

Ke-16 kopi itu adalah Kopi Arabika Gayo, Sumatera Arabika Simalungun Utara, Robusta Lampung, Arabika Java Preanger, Java Arabika Sindoro-Sumbing, Arabika Ijen Raung, dan Arabika Kintamani Bali.

Selanjutnya, kopi Arabika Kalosi Enrekang, Arabika Toraja, Arabika Flores Bajawa, Liberika Tungkal Jambi,  Kopi Robusta Semendo asal Sumatera Selatan, Kopi Liberika Rangsang Meranti  Provinsi Riau, Kopi Arabika Sumatera Mandhailing,Kopi Robusta Empat Lawang, dan Kopi Robusta Temanggung.

“Industri kopi merupakan salah satu sektor prioritas yang ditetapkan oleh Kemenperinsesuai Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) tahun 2015-2035, dan merupakan fokus komoditi pembinaan Kemenperin khususnya Direktorat Jenderal IKM,” papar Gati.

Gati menambahkan,   tahun ini pihaknya akan melaksanakan beragam program pengembangan SDM industri kopi dan fasilitasi alat pengolahan kopi di berbagai sentra penghasil kopi khas dan IKM pengolahan kopi potensial.

“Misalnya, pengembangan SDM mulai dari kegiatan pengolahan green bean, roasting hingga produk kopi murni dan diversifikasi produk kopi,” imbuhnya.

Pada tahun 2017, Ditjen IKM juga akan melakukan serangkaian pembinaan untuk komoditas kopi, mulai dari sertifikasi mutu, bimbingan teknis, dan bantuan alat roasting di beberapa daerah. Antara lain, Kabupaten Timika – Papua, Kabupaten   Tanjung Jabung Barat – Jambi dan Kota Jambi, Kabupaten   Tanggamus -Lampung, Kabupaten   Sumbawa – NTB, Bandung – Jawa Barat, serta DKI Jakarta.

“Program tersebut diikuti kurang lebih 85 orang peserta dan memfasilitasi kurang lebih sebanyak 16 paket mesin peralatan,” kata Gati.

Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong minat masyarakat untuk mengembangkan IKM kopi dan meningkatkan keahlian serta kemampuan SDM pengolah kopi.

“Pada tahun 2018-2019, kami akan terus melanjutkan berbagai program dan kegiatan pengembangan IKM kopi di Indonesia dengan fokus pada penumbuhan wirausaha baru IKM kopi di seluruh sentra potensial yang mempunyai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI),” paparnya. (udy)

 

 

Leave a Comment