Festival Erau Berdampak Positif pada Perekonomian Masyarakat

 

Kamis, 28 Juni 2012

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM –  Wakil  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Sapta Nirwandar menyatakan,  Festival Erau tidak hanya sekadar pesta adat, seni, dan budaya dalam rangka memelihara tradisi leluhur, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya melalui kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Festival Erau merupakan festival budaya yang bersumber dari tradisi Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura yang telah berlangsung sejak ratusan tahun  lampau. Festival budaya ini menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Indonesia,” kata Sapta Nirwandar  kepada pers, Kamis (28/6).

Festival Adat Erau 2012 akan berlangsung di Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur,  1-8 Juli 2012.

Penyelenggaraan Festival  Erau 2012 bertajuk “Festival Erau Pelas Benua Etam” yang mengandung makna ‘pembersihan segala hal yang dapat mengganggu sumber penghidupan masyarakat di permukaan bumi wilayah Kesultanan Kutai Kartanegara’ ini dimaksudkan untuk mengangkat, melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya daerah serta meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kaltim,  khususnya  Kabupaten Kutai Kartanegara.

Festival Erau adalah tradisi budaya  yang dilakukan masyarakat Tenggarong, Kutai Kartanegara. Erau berasal dari bahasa Kutai yaitu “Eroh”, artinya ramai dan  riuh atau suasana penuh sukacita. Kegiatan ini bermakna sakral, ritual maupun hiburan.

Kemeriahan Erau 2012 dimulai saat upacara seremoni pembukaan di Stadion Rondong Demang Tenggarong, yang dihadiri  pejabat Kemenparekraf, Kerabat  Kesultanan, Gubernur Kaltim,  Bupati, serta  para tokoh masyarakat.

Selanjutnya festival dipusatkan di Kedaton dan Museum Mulawarman dengan  rangkaian adat ‘Mendirikan Ayu’ hingga diakhiri dengan “Merebahkan Ayu” yang dilaksanakan pihak kerabat kesultanan setiap malam mulai hari pertama hingga berakhirnya Erau.

Festival Erau 2012 juga dimeriahkan dengan berbagai acara pendukung seperti Berseprah (makan pagi secara massal), pentas seni tradisi, kirab budaya, olahraga tradisional, lomba ketingting, seminar budaya, fashion adat kanak Kutai, festival kuliner terapung, expo ekonomi kreatif, pasar rakyat, pentas hiburan rakyat, serta lomba menembak kerjasama dengan Perbakin Kutai  Kartanegara. (ra)