Ekspor Produk Rotan Indonesia 2012 Naik 57%

 

Selasa, 29 Januari 2013

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM –  Ekspor produk rotan Indonesia pada periode 1 Januari – 30 September 2012  mencapai US$ 157 Juta,  naik sekitar 57% dibanding tahun 2011 sebesar US$ 100 juta.

Nilai ekspor rotan tahun 2012 yang cukup tinggi tersebut disumbang dari ekspor produk furniture rotan senilai US$ 118,532 juta dan anyaman rotan senilai US$ 39,250 juta.

Beberapa faktor yang mendorong peningkatan ekspor produk jadi rotan pada tahun 2012, antara lain menurunnya produksi furniture rotan China karena tidak lagi memiliki bahan baku rotan impor, dan beberapa negara kompetitor juga tidak dapat memenuhi order furniture rotan dunia sehingga meminta produsen Indonesia untuk memenuhi order tersebut.

Guna mendorong industri rotan nasional,  Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI), mendirikan Pusat Inovasi Rotan Nasional (PIRNas) di Palu.

Untuk memperkuat peran PIRNas maka dilakukan kerjasama kemitraan dengan Institut Teknologi Bandung, Universitas Tadulako Palu, dan asosiasi industri yang bergerak di bidang industri furniture rotan dan kayu.

Dirjen PPI Kemenperin Dedi Mulyadi mengatakan, PIRNas telah membuat desain dan proto type produk furniture, yang berbasis papan rotan dan rotan belah, serta dilakukan uji pasar pada pameran furniture terbesar di Eropa, yaitu International Mebel Messe (IMM) di Cologne-Jerman, pada 14 – 20 Januari 2013.

“PIRNas telah mendapatkan penemuan teknologi proses dengan memanfaatkan semua ukuran rotan untuk diproses menjadi papan rotan laminasi (laminated rattan board/rattan wood), sehingga semua rotan dapat dimanfaatkan untuk industri,” jelasnya, Senin.

Dedi menambahkan, pasar memberi respon positif terhadap penemuan atau invensi teknologi dan proses dari industri furniture nasional. Dari sekitar 500 orang calon pembeli, terdapat 20 orang pembeli potensial dan 8 orang pembeli prospektif, yang berasal dari Jerman, Turki, Malaysia, Amerika, Israel, Inggris, dan Belanda, dengan volume 850m³ (34 container) atau total nilai sebesar Rp. 17 miliar, dengan tahap awal US$ 2 juta.

Adapun nilai transaksi langsung seluruh peserta pameran dari paviliun Indonesia sebesar US$ 1.075.200 dan order sebanyakUS$ 1.283.000.

Rencananya,   akan dilakukan pembahasan draft kerjasama (MOU) antara PIRNas dengan Pusat Inovasi Rotan Jerman dan Museum Rotan Jerman, dan untuk menindaklanjuti prospek bisnis tersebut, akan dilakukan kerjasama kemitraan dengan pengusaha industri dalam negeri.

“Dalam waktu dekat PIRNas akan melakukan MOU dengan Pusat Inovasi Rotan Jerman di Jakarta, sebagai upaya meningkatkan kualitas dan selera pasar Eropa,” katanya.   (ra)

 

 

Share tulisan ini Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone