Soal RKP dan RAPBN 2015, SBY akan Konsultasi dengan Presiden Terpilih

Jumat, 15 Maret 2013

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Sesuai konstitusi, masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berakhir 2014 dan tak bisa dipilih kembali karena sudah menjabat dua periode,

Namun untuk pembahasan Rencana Kerja Pemerintah  (RKP) dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015, SBY akan membahasnya bersama presiden baru yang  terpilih pada 2014,

“Kepada beliau (presiden terpilih)  akan saya jelaskan inilah rancangan atau rencana yang telah disusun oleh pemerintahan masa bakti sekarang ini, dan kemudian bagus kalau saya juga bisa berdiskusi. Dengan demikian, harapan saya, sungguhpun sangat dimungkinkan dilakukan perubahan oleh presiden dan pemerintahan berikutnya lagi nanti,  maka rencana yang kita buat tentu lebih baik karena telah dikomunikasikan dan dibicarakan terlebih dahulu,” jelasnya dalam pengantar pada Sidang Kabinet Terbatas bidang Perekonomian,  Kamis.

Pada kesempatan itu SBY  juga menyinggung masalah terkait pangan nasional, khususnya bawang merah, bawang putih, dan daging sapi.

Dia   belum melihat langkah-langkah  yang lebih serius dan nyata  untuk mengatasi masalah tersebut  oleh jajaran pemerintahan terkait.

“Saya malah mendengar seperti saling menyalahkan dari satu kementerian ke kementerian yang lain. Ini buruk. Yang benar  adalah segera atasi masalah itu, duduk bersama, berbicara dengan daerah, gubernur, bupati, dan walikota, dan kemudian stabilisasi, yang dilakukan bisa mengatasi masalah ini. Ini tidak boleh begini (tak ada solusi),” tegasnya.

Menurut dia, ketika  terjadi   krisis harga pangan dan harga minyak tahun 2008,  saat  itu pemerintah siang malam bekerja mencari solusinya,

“Kalau tingkatannya masih seperti ini hanya tiga komoditas yang mengalami kenaikan tidak wajar, selesaikan. Jangan tidur! Kalau perlu sampai selesai. Rakyat memerlukan kepastian, rakyat memerlukan solusi apa yang dilakukan oleh kementerian terkait , oleh lembaga-lembaga terkait. Saya mendengarnya bahkan dalam talkshow, dalam seminar, bukan itu. Kerja nyata, duduk bersama dengan kementerian terkait dan kemudian solusinya apa,” paparnya.

SBY mengingatkan para pembantunya agar jangan berdebat dan  saling bantah soal data.

“Kalau harganya membumbung tinggi, there is something wrong, supply dengan demand, distribusi dan lain-lain. Coba bawa kesitu, jangan bersilat lidah, jangan saling salah menyalahkan,” katanya.

SBY  mengaku banyak mendapat SMS berisi  keluhan rakyat soal pangan. ”Pak SBY,  tolong turun tangan untuk bawang merah dan bawang putih,” katanya menirukan isi SMS. (ra)

 

 

Share tulisan ini Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone