2021, Ekspor Furnitur Kayu dan Rotan Olahan Diperkirakan Capai US$ 5 Miliar

Jumat, 11 Maret 2016

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM –  Nilai ekspor furnitur kayu dan rotan pada tahun 2012 mencapai sekitar USD 1,4 miliar dan pada tahun 2013 mengalami peningkatan mencapai sekitar USD 1,8 miliar.

Secara total, pada tahun 2014 nilai ekspor furnitur kayu dan rotan nasional mencapai kurang lebih USD 2,2 miliar.

Pemerintah memperkirkaan    nilai ekspor furnitur kayu dan rotan olahan dalam lima tahun ke depan mencapai USD 5 miliar. Komposisi ekspor furnitur Indonesia dilihat dari segi bahan baku masih didominasi oleh bahan baku kayu 59,5 persen, metal 8,1 persen, rotan 7,8 persen, plastik 2,3 persen, bambu 0,5 persen, dan lain-lain 21,3 persen.

Menurut Dirjen Industri Agro Panggah Susanto, Indonesia juga perlu memanfaatkan melimpahnya sumber bahan baku alami dan ramah lingkungan.

“Di pameran ini dan pameran nasional maupun internasional selanjutnya, kita terus perkenalkan produk-produk green product. Ini keunggulan kita yang belum tentu dimiliki negara lain,”  katanya di sela pembukaan Pameran International Furniture & Craft Fair Indonesia (IFFINA 2016) di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Kamis (10/3/2016).

Ajang ini digelar oleh Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) pada 10-13 Maret 2016.

Dalam era pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), pemerintah mendorong peningkatan daya saing industri melalui beberapa program hilirisasi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang No. 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.

Dalam Undang-undang tersebut dinyatakan pemerintah dapat melarang atau membatasi ekspor sumber daya alam guna meningkatkan nilai tambah industri, pendalaman dan penguatan struktur industri dalam negeri,

Setelah diterapkannya program dan kebijakan tersebut, perkembangan industri furnitur nasional mengalami kemajuan yang signifikan. (rdy)

 

Leave a Comment