ABAC Diminta Sukseskan APEC CEO Summit 2013

Jumat, 17 Mei 2013

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM –   Menteri Perindustrian Mohamad S. Hidayat meminta   APEC Business Advisory Council (ABAC) memberikan kontribusi terbaiknya dalam menyukseskan acara APEC CEO Summit 2013 yang akan diadakan di Bali,  5-7 Oktober  mendatang.

Hal  tersebut, kata Hidayat,  akan menjadi momentum berharga bagi para pengusaha dari negara-negara anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) untuk mendiskusikan pembangunan ekonomi regional dalam menciptakan kesejahteraan di setiap bangsa.

“ABAC memainkan peran penting dalam proses APEC setiap tahun. Salah satu perannya adalah kesempatan berdialog terbuka dan langsung antara pemimpin APEC dengan anggota ABAC. Diskusi ini menjadi bernilai tinggi karena mereka membantu menginformasikan kepada pemimpin APEC tentang prioritas yang mereka butuhkan dalam membuat kebijakan yang tepat bagi para pelaku bisnis,” kata Menperin dalam acara “ABAC Business Luncheon on Indonesia’s APEC Chairman 2013” di Hotel JW Marriott Jakarta,  Kamis.

Dia menambahkan,   dialog antara ABAC dan para petinggi APEC merupakan agenda puncak dari APEC CEO Summit 2013 karena kedua belah pihak harus mampu memahami prioritas bisnis untuk menciptakan kebijakan yang akan berdampak terhadap pertumbuhan perekonomian bangsa. Hal tersebut juga mencakup kebutuhan usaha mikro dan kecil, yang menghasilkan begitu banyak lapangan pekerjaan bagi perekonomian Indonesia.

Dalam menyikapi situasi ekonomi global yang tidak menentu, lanjut Hidayat,   ABAC  dan APEC mempunyai program kerja yang sama pada tahun ini. Yakni,    memperkuat perekonomian regional yang terintegrasi, mempromosikan infrastruktur dan pembangunan yang berkelanjutan, mendorong pembangunan UMKM dan kewirausahaan, dan mengembangkan integrasi di pasar keuangan.

“Hanya ada 1.000 kursi yang tersedia untuk acara ini, dan 400 diantaranya telah dipesan oleh China. Jadi, mari kita bergabung acara tersebut, silakan mendaftar segera dan jangan sampai terlambat,” ajak  Hidayat   kepada peserta pertemuan yang dihadiri perwakilan Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), dan beberapa kamar dagang internasional. (ra)