Ada 171 Pilkada, Jokowi Berharap Urusan Politik dan Ekonomi Tetap Berjalan

Selasa, 27 Maret 2018

MINDCOMMONLINE.COM  –   Presiden Joko Widodo  mengemukakan,  tahun  2018 akan dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak di 171 daerah pemilihan di tanah air. Untuk itu, Presiden berpesan agar suasana Pilkada tetap dijaga, urusan politik berjalan dan urusan ekonomi tetap berjalan.

“Tugas kita bersama untuk mengedukasi masyarakat sehingga kematangan dalam berdemokrasi semakin hari semakin baik,” kata Presiden Jokowi saat membuka acara Rapat Kerja Nasional (rakernas) II Asosiasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi) di Hotel Grand Paragon, Jakarta, Selasa (26/3) siang.

Presiden Jokowi saat membuka acara Rakernas II Asosiasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Seluruh Indonesia di Hotel Grand Paragon, Jakarta, Selasa (26/3). (Foto: Humas/Nia)

Presiden Joko Widodo  saat membuka acara Rakernas II Asosiasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Seluruh Indonesia di Hotel Grand Paragon, Jakarta, Selasa (26/3). (Foto: Humas/Nia)

 

Terkait dengan pelaksanaan Pilkada itu, Presiden berharap agar  masyarakat tidak mempan dimasuki fitnah dan hoax yang disebarkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dikutip laman Sekretariat Kabinet, Jokowi   mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara yang besar dan memiliki perbedaan beragam. Hal ini telah diakui sejumlah kepala pemerintahan/negara saat bertemu dengannya. Karena itu, Kepala Negara meminta jangan sampai ada gesekan di masyarakat.

“Dalam Pilkada jangan sampai masalah suku dan agama, jangan sampai bergesekan,” tegas Kepala Negara seraya menambahkan bahwa hal tersebut juga dipesankan Presiden Afghanistan.

Masih Tertinggal

Menyinggung mengenai masalah program dan kebijakan yang dilakukan, Presiden Jokowi mengakui, jika dibandingkan negara lain Indonesia masih tertinggal.

Itulah sebabnya, lanjut Presiden, mengapa pembangunan pelabuhan dan bandara dilakukan serta pemerataan pembangunan termasuk di wilayah bagian timur Indonesia.

“Coba bayangkan jika jalan masih rusak seperti di Papua sehingga transportasi logistik tidak dapat berjalan. Itulah mengapa trans Papua dan trans Kalimantan dibangun,” tutur Presiden seraya menyampaikan bahwa pembangunan tersebut membuka isolasi daerah dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Tahun 1977, lanjut Presiden, jalan tol Jagorawi banyak negara lain yang belajar untuk menengok. Namun selama kurun waktu tersebut hingga sekarang hanya 780 kilometer yang dibangun dan inilah yang ingin dipercepat dalam proses pembangunan.

“Banyak gagasan bagus namun tidak dapat ditindaklanjuti,” kata Presiden Jokowi seraya mencontohkan pembangunanFree Trade Zone di Batam.

Usai memberikan arahan, Presiden Jokowi memukul gong tanda dibukanya Rakernas II Adkasi dengan didampingi oleh Ketua Umum Adkasi dan para Menteri Kabinet Kerja. (ray)

 

Leave a Comment

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com