Alquran Rahmat untuk Seluruh Umat Manusia

Selasa, 13 Juni 2017

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Presiden Joko Widodo mengingatkan,  Alquran menjadi rahmat bukan saja untuk bangsa Arab tetapi untuk seluruh umat manusia di dunia ini.

“Oleh sebab itu, dengan meneladani Rasulullah dalam membangun bangsa dan negara kita, Indonesia, dalam mengejar kemajuan dan kesejahteraan rakyat kita, kita harus bersandar pada tuntutan universalitas Alquran,” jelasnya dalam  Peringatan Nuzulul Qur’an Tahun 1438 H/ 2017 M Tingkat Nasional  di Istana Negara, Jakarta, Senin.

 Pemerintah, kata Jokowi,    terus fokus untuk meningkatkan pemerataan ekonomi yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Begitu pula dalam memerangi kemiskinan, memberantas radikalisme, memberantas terorisme, dan menggebuk komunisme.

“Alquran mengajarkan kita untuk bersikap ta’awun, saling bekerja sama dan saling tolong menolong dalam semua aspek kehidupan kita sehari-hari. Alquran juga mengajarkan kita untuk bekerja keras untuk mengubah nasib kita, mengubah nasib bangsa kita, Indonesia,” tegasnya.

Karena itu,  lanjutnya, pemerintah terus bekerja keras membangun infrastruktur, membangun hubungan konektivitas di seluruh tanah air agar biaya logistik bisa turun, biaya transportasi bisa turun, dan agar perbedaan harga antar wilayah tidak berbeda terlalu jauh.

Pemerintah juga mengeluarkan kebijakan pemerataan ekonomi melalui pembagian aset bagi umat agar mempunyai lahan, dan kemudahan akses permodalan, serta membangun pendidikan vokasi yang masif.

Selain itu, pemerintah juga sedang menyusun rencana untuk memperkuat ekonomi umat melalui pengembangan lembaga keuangan syariah yang dikelola berdasarkan sistem wakaf. “Tapi ini masih dalam proses untuk kita selesaikan,” ucapnya.

Dengan panduan Alquran, imbuhnya, bangsa Indonesia   perlu memahami bahwa sudah menjadi kodrat bangsa Indonesia  untuk hidup dalam kebhinekaan.

“Sebab, keberagaman suku, kita memiliki 714 suku. Keberagaman agama, di negara kita Indonesia ada Islam, ada Kristen, ada Katolik, ada Hindu, ada Budha, ada Konghucu. Keberagaman ras, saya kira kita memiliki banyak ras. Di negara kita ada keberagaman golongan yang ada di negara kita, Indonesia,” paparnya.

Keberagaman itu, kata Jokowi,   merupakan anugerah Allah yang diberikan kepada bangsa Indonesia  dan kita wajib merawat apa yang sudah menjadi anugerah Allah. “Kita wajib merawat Bhineka Tunggal Ika kita,” tegasnya. (rud)

Leave a Comment