Cadangan Devisa Naik US$ 4,03 Miliar Jadi US$ 130 Miliar pada Desember 2017

Jumat, 5 Januari 2018

Jakarta, MINDCOMMONLINE – Bank Indonesia mengungkapkan, Desember 2017 lalu cadangan devisa mengalami kenaikan sekitar US$ 4,03 miliar dari posisi November 2017 lalu sebesar US$ 125,97 miliar menjadi US$ 130 miliar.

“Per Desember sudah US$ 130 miliar lebih, detailnya nanti,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W. Martowardojo, saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, kemarin.

Kendati demikian, Agus belum menyebutkan lebih rinci terkait penyebab kenaikan cadangan devisa tersebut. Dia bilang, Bank Sentral akan merilis posisi cadangan devisa Desember 2017 secara detail pada 8 Januari 2017 mendatang.

Posisi cadangan devisa mencerminkan daya stabilitas nilai tukar rupiah. Selama Desember 2017, jika melihat kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), posisi nilai tukar rupiah relatif stabil di kisaran Rp13.500 per USD.

Jika melihat realisasi 2017, sepanjang tahun lalu, nilai tukar rupiah hanya terdepresiasi 0,78%, menurut data hingga 21 Desember 2017. Besaran depresiasi yang di bawah satu persen, menurut Agus, mencerminkan stabilitas nilai tukar rupiah yang semakin terjaga dibandingkan 2016.

Sedangkan dari tingkat gejolak nilai tukar atau volatilitas rupiah, sejak Januari 2017 hingga pertengahan Desember 2017, volatilitas rupiah di bawah 3%. Adapun, tingkat volatilitas rupiah itu sejajar dengan ringgit Malaysia dan peso Filipina yang juga menurun volatilitasnya pada tahun ini dibandingkan tahun lalu. (au)

Leave a Comment

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com