Cadangan Devisa Turun karena Stabilisasi Kurs Rupiah

Kamis, 8 Maret 2018

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM-Jumlah cadangan devisa Indonesia di akhir Februari 2018 sebesar US$ 128,06 miliar atau turun US$ 3,92 miliar dibanding Januari 2018 yang berada di angka  US$ 131,98 miliar. Penurunan ini terjadi karena digunakan  untuk menstabilkan nilai tukar rupiah, dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

“Selain karena untuk stabilisasi kurs rupiah, melemahnya cadangan devisa juga disebabkan menurunnya penempatan valuta asing perbankan di Bank Sentral,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman di Jakarta, Rabu (7/3).

Meski demikian, posisi cadangan devisa tersebut masih cukup untuk membiayai 8,1 bulan impor atau 7,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Bank Sentral menilai jumlah cadangan devisa tersebut masih mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Selain itu, kata Agusman, Indonesia akan menikmati tambahan devisa dari hasil penerbitan sukuk global pemerintah sebesar tiga miliar dolar AS pada Maret 2018.

“Bank Sentral menjamin kecukupan cadangan devisa guna mendukung stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” ujar dia.

NIlai tukar rupiah terus tertekan sepanjang Februari 2018, terutama karena sentimen pelaku pasar menyambut pengumuman data ekonomi AS yang cenderung membaik dan juga pernyataan Gubernur baru Bank Sentral AS The Federal Reserve Jerome Powell yang menyiratkan nada berani atau “hawkish” mengenai rencana kenaikan suku bunga The Fed lebih dari tiga kali pada tahun ini.

Perdagangan rupiah masih bertahan di level Rp 13.700, bahkan nyaris Rp 13.800 per dolar AS pada Rabu ini. Level tersebut ditegaskan BI sebagai level yang di bawah nilai fundamental rupiah atau “undervalued”.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara pada akhir pekan lalu menyatakan kurs rupiah yang cocok dengan perekonomian Indonesia adalah Rp 13.200-Rp 13.300 per dolar AS.

Sejak 1 Januari hingga 1 Maret 2018, volatilitas kurs rupiah sebesar 8,3% atau jauh lebih rentan dibanding volatilias rupiah sepanjang 2017 yang hanya tiga persen. (uki)

Leave a Comment

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com