Corak dan Desain Ciri Khas Lokal Perkuat Identitas Furnitur RI

Jumat, 11 Maret 2016

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM –  Industri furnitur dan kerajinan diakui sebagai bagian industri prioritas yang menghasilkan produk sumber devisa negara, berdaya saing global, dan bernilai tambah tinggi. Keunggulan Indonesia di industri ini disokong oleh sumber bahan baku alami berupa kayu, rotan maupun bambu serta kualitas SDM yang mumpuni.

Saat ini industri furnitur berbahan baku kayu dan rotan nasional menyerap tenaga kerja langsung dan tidak langsung sebanyak 2,5 juta orang. Keragaman corak dan desain yang berciri khas lokal turut menguatkan identitas furnitur Tanah Air.

“Guna meningkatkan inovasi desain produk furnitur, Kementerian Perindustrian setiap tahun memfasilitasi pelaksanaan kompetisi desain furnitur tingkat nasional,” kata Menteri Perindustrian Saleh Husin pada pembukaan Pameran International Furniture & Craft Fair Indonesia (IFFINA 2016) di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Kamis (10/3/2016).

Ajang ini digelar oleh Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) pada 10-13 Maret 2016.

Para pemenang ajang kompetisi diberi apresiasi  berupa   kesempatan kunjungan ke pameran furnitur ke luar negeri sehingga dapat meningkatkan wawasan mereka terhadap perkembangan desain furniture dunia.

Saleh mengungkapkan, pihaknya secara berkelanjutan melakukan promosi untuk mempopulerkan furnitur di tingkat nasional maupun internasional, dengan memfasilitasi dunia industri untuk mengikuti pameran furnitur internasional secara rutin, antara lain Trade Expo Indonesia (TEI), The International Furniture Show, IMM di Koln, Jerman untuk produk furnitur interior dan “China International Furniture Expo” di Shanghai, Tiongkok, untuk produk outdoor dan interior. IFFINA ini sendiri merupakan pameran furnitur tingkat internasional di dalam negeri.

Pada pameran IMM Koln 2015 terjadi transaksi langsung  senilai USD 1,7 juta serta transaksi potensial sebesar USS 6,3 juta, meningkat sangat signifikan dibandingkan kepesertaan IMM Koln 2014 dengan transaksi USD 1,6 juta dan potensial USD 2,3 juta.

Ketua Asmindo M Taufik Gani mengakui, bisnis furnitur dunia terus berbenah diri dengan mencipta dan mengembangkan desain-desain baru.

“Ini untuk menghadapi tantangan yang makin keras dan tuntutan konsumen dunia yang tentu saja menginginkan produk terbaik, kualitas baik dan harga bersaing,” ulasnya. (ray)

 

Leave a Comment