Dengan Pancasila, Indonesia Jadi Rujukan Masyarakat Internasional

Jumat, 2 Juni 2017

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Presiden Joko Widodo mengingatkan, kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia   selalu mengalami  tantangan. Kebinekaan  selalu diuji dan ada pandangan dan tindakan yang selalu mengancamnya. Ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi lain selain Pancasila. Dan semua itu diperparah oleh penyalahgunaan media sosial, oleh berita bohong, oleh ujaran kebencian yang tidak sesuai dengan budaya bangsa kita.

Bangsa Indonesia, kata Jokowi,  harus belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui  oleh radikalisme dan konflik sosial,  yang dihantui oleh terorisme dan perang saudara. Dengan Pancasila dan Undang-Undnag Dasar 1945, dalam bingkai NKRI dan Bhinneka  Tunggal lka,  bangsa Indonesia    bisa terhindar dari  masalah-masalah tersebut.
“Kita bisa hidup rukun dan bergotong royong untuk  memajukan negeri ini. Dengan Pancasila, lndonesia adalah rujukan masyarakat internasional untuk membangun kehidupan yang damai, yang adil, yang makmur di tengah kemajemukan dunia,” tegasnya pada  Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Gedung Pancasila Kementerian  Luar Negeri, Jakarta, Kamis.
Pada kesempatan itu dia  mengajak peran aktif para pemuka agama,  pendidik, budayawan dan pelaku  seni,   pelaku media, dan jajaran pemerintahan, TNI dan Polri, serta seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Pancasila.
“Pemahaman dan pengamalan Pancasila harus terus ditingkatkan.  Ceramah keagamaan dan materi pendidikan, fokus pemberitaan dan perdebatan di media sosial harus menjadi bagian dalam pendalaman  dan pengamalan Pancasila,” ucapnya.
 
Komitmen pemerintah, tegas Jokowi,  tidak perlu diragukan lagi. Banyak upaya yang telah dan terus dilakuan. Pengembangan pendidikan etika dan moral, serta berbagai program lainnya menjadi bagian integral dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.
“Dalam rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila ini, saya telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentan Unit Kerja Presiden untuk pembinaan ideologi Pancasila. Lembaga baru ini adalah kepanjangan tangan saya yang bersama seluruh komponen bangsa memperkuat pengamalan Pancasila yang menjadi bagian integral dari pembangunan ekonomi, sosial, politik, dan kebudayaan,” paparnya.
 
 Menurut dia, tidak ada pilihan lain kecuali  harus bahu membahu menggapai  cita-cita bangsa sesuai dengan Pancasila. Tidak ada pilihan lain kecuali seluruh anak bangsa harus menyatukan harus hati dan pikiran, mengerahkan waktu dan  tenaga untuk persatuan dan persaudaraan. 
“Tidak ada pilihan  lain kecuali kita harus kembali ke jati diri kita sebagai bangsa yang santun yang berjiwa gotong royong dan  toleran. Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus menjadikan lndonesia bangsa yang adil, bangsa yang makmur, dan bermartabat di mata internasional,” tegasnya.
 Diingatkannya pula bahwa bangsa Indonesia  harus waspada terhadap segala bentuk  pemahaman dan gerakan yang tidak sesuai dengan Pancasila.
  Pemerintah, kata Jokowi,  pasti bertindak tegas terhadap organisasi  dan gerakan yang anti-Pancasila, anti-UUD 1945, anti-NKRl, dan anti-Bhinneka Tunggal Ika.
“Pemerintah pasti menindak tegas paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang di bumi lndonesia,”  tegasnya.   (ray)
 

Leave a Reply