Desmond: Komnas HAM Melempem

Rabu, 2 Agustus 2017

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Wakil Ketua Komisi III DPR, Desmond J. Mahesa, menanggapi adanya tim investigasi gabungan antara Polri dan KPK untuk mengungkap kasus penyiraman air keras penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Ia menilai seharusnya Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) juga diikutsertakan dalam tim ini.

“Ini soal HAM yang jadi agenda. Yang jadi soal komnas HAM tidak bersuara atas proses-proses kaya gini. Karena ini kan bicara tentang HAM,” kata Desmond, seperti dikutip viva.co.id, Jakarta, hari ini.

Ia menjelaskan prinsip dasarnya agar peristiwa seperti penghilangan orang dan penyiraman yang misterius terungkap. Agar kemudian hari kita tahu pelakunya dan berhati-hati.

“Kalau ini aparatur berarti ada kesalahan pemerintah yang melakukan tindakan-tindakan yang ilegal dalam konteks pelanggaran HAM. Karena prinsip dasar HAM, pemerintah yang berikan perlindungan pada warga negara,” kata Desmond yang juga politikus Partai Gerindra itu.

Ia menuturkan kalau sampai ada aparatur yang terlibat maka ini berkaitan dengan pemerintah. Sehingga ini menjadi tanggung jawab Presiden Jokowi yang tak bisa beri jaminan bagi warga negara Indonesia.

“Sama seperti Soeharto dulu yang tak bisa memberikan jaminan keselamatan dan rasa aman bagi warga negara karena ada kasus-kasus penculikan. Penegakan HAM kan di sini. Saya sebagai salah satu pimpinan Komisi III tak melihat Komnas HAM peka,” kata Desmond menegaskan.

Ia mempertanyakan Komnas HAM yang sekarang. Komnas HAM saat ini dinilai sangat rusak. Sebab hal yang prinsip dalam konsep HAM tak merespons dengan baik. Ia mempertanyakan kenapa Komnas HAM tak dilibatkan dalam tim ini. (ulf)

Leave a Comment