H-8 Lebaran, Harga Barang Pokok Aman Terkendali

Senin, 19 Juni 2017

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM –     Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat, Sabtu (17/6),  blusukan ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) dan Rumah Pemotongan Ayam (RPA) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Cakung. Ketiganya terus memastikan ketersediaan barang pokok menjelang H-8 Lebaran 1438H.

“Hingga hari ini semua terkendali. Stok beras di DKI Jakarta dan seluruh Indonesia dipastikan aman. Ini hasil kerja sama yang luar biasa dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” jelas Mendag.

Gubernur Djarot yang mengamini ucapan Mendag menguraikan bahwa sampai H-8 Lebaran, stok beras di PT. Food Station Tjipinang Jaya PIBC tersedia sebanyak 39.767 ton. Jumlah ini berada di level aman stok beras, yaitu di atas 30 ribu ton. Gula pasir dan minyak goreng juga tercatat dalam jumlah aman, masing-masing yaitu 432 ton dan 442 ribu liter.

Mendag juga menegaskan bahwa hingga saat ini Kemendag tidak mengeluarkan izin impor. “Kemendag tidak mengeluarkan izin impor hingga saat ini, sebaliknya terus mendorong penyerapan produksi dalam negeri,” imbuhnya.

Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok, Kemendag menurunkan tim khusus.

“Tim khusus yang terdiri dari jajaran Kemendag, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Satgas Pangan diturunkan di 70 kabupaten/kota yang memiliki histori volatilitas komoditas pangan yang rawan. Tim ini akan memastikan ketersediaan stok di masing-masing tempat,” tandasnya.

Dengan demikian, lanjut Mendag, diharapkan tidak akan ada gejolak dalam beberapa hari terakhir. Hasil pantauan menunjukkan cadangan beras saat ini di atas rata-rata.

Sementara itu, harga bawang putih dan gula pasir tercatat mengalami penurunan. “Beras medium saat ini deflasi 0,06%. Cabe merah keriting turun, namun penurunannya terlalu tajam,” jelas Mendag.

Dengan pola kerja sama yang sinergis antara Kementerian bersama Pemerintah Daerah dan BUMN, maka jika ada laporan gejolak harga, Bulog akan mengisi kekurangan stok dan begitu pula sebaliknya akan menyerap stok apabila berlebih.

“Saat ini haga barang pokok cenderung turun. Jika ada kenaikan, akan kami pastikan untuk diusut,” tegasnya. (dya)

 

Leave a Comment