Halmahera Barat Diguncang Gempa 6 SR

Senin, 16 April 2018

Jakarta,  MINDCOMMONLINE.COM  –  Gempabumi tektonik  berkekuatan 6 SR  pada kedalaman 53 Km mengguncang Halmahera Barat, Maluku Utara, Senin (16/4), jam 02.30.45 WIB.

Gempabumi berpusat di Laut 80 Km arah Barat Laut    Halmahera Barat.  Gempabumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena kekuatannya tidak cukup besar untuk memicu terjadinya tsunami.

“Dari hasil monitoring BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika)  selama satu jam belum tercatat gempabumi susulan. BMKG akan terus memonitor perkembangan gempabumi susulan dan hasilnya akan diinformasikan kepada masyarakat melalui media,”  bunyi keterangan resmi BMKG, Senin (16/4).

Dampak gempabumi yang digambarkan oleh modelling peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempabumi berupa guncangan dirasakan di daerah Bitung pada skala II SIG-BMKG (III – IV MMI), Tondano dan Tidore pada skala II SIG-BMKG (III MMI).

Hal ini sesuai dengan laporan dari masyarakat bahwa gempabumi ini dirasakan di Ternate, Halmahera Barat II SIG-BMKG (III-IV MMI) dan Bitung I-II SIG BMKG (II-III MMI). Hasil pemodelan tsunami yang dilakukan BMKG menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi diduga akibat adanya penyesaran pada Lempeng Laut Maluku. Berdasarkan analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini dipicu aktivitas sesar mendatar (Strike slip).

BMKG mengimbau  masyarakat  agar tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah)  setempat, serta informasi dari BMKG.

“Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi dan tsunami. Serta tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang pada umumnya kekuatannya semakin mengecil,” demikian BMKG. (ray)

Leave a Comment