Harga Rumah Naik 3,32%

Selasa, 14 November 2017

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM-Bank Indonesia mencatat bahwa harga properti residendial (tempat tinggal) pada  triwulan III 2017) secara tahunan (year on year/yoy) naik 3,32% ,  karena kenaikan upah pekerja dan juga meningkatnya harga bahan bangunan.

Kenaikan harga properti hingga kuartal III 2017 ini lebih pesat dibandingkan periode sama tahun lalu yang pertumbuhannya hanya sebesar 3,17% (yoy), demikian menurut Survei Harga Properti Residensial kuartal III diumumkan di Jakarta, Senin (13/11).

Dengan begitu, indeks harga porperti residensial di paruh ketiga ini sebesar 200,26 poin atau jika dibandingkan kuartal II 2017 naik 0,50%.

Survei properti ini dilakukan terhadap para pengembang proyek perumahan di 14 kota di Indonesia , yakni Jabodebek dan Banten, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Manado , Makasar, Denpasar, Pontianak, Banjarmasin, Bandar Lampung, Palembang, Padang dan Medan.

Bank Sentral mencatat kenaikan harga terjadi pada semua tipe rumah, terutama rumah tipe kecil yang jika dilihat secara tahunan , naik 5,73% (yoy). Sementara harga rumah tipe menengah naik 2,97% (yoy) dan tipe besar naik 1,51% (yoy).

Secara spasial, kenaikan harga rumah paling tinggi terjadi di Surabaya sebesar 6,86%

“Karena adanya pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat dari utara ke selatan Surayabaya dan menghubungkan banyak fasilitas startegis di Surabaya,” ungkap BI dalam publikasi survei tersebut.

Sementara , volume penjualan properti residensial juga naik 2,58% (qtq) walaupun masih melambat jika dibandingkan kuartal II 2017 yang sebesar 3,61% (qtq). Hal itu karena terbatasnya permintaan terhadap rumah hunian dan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah yang masih tinggi. (sr)

 

Leave a Comment