Indonesia-Chile Akselerasi Penyelesaian Perjanjian Perdagangan Barang

Senin, 19 Juni 2017

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM –     Delegasi Indonesia dan Chile selama dua hari terakhir pada 15-16 Juni 2017, melaksanakan perundingan ke-3 Trade in Goods (TIGs) Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA) di kota Santiago, Chile.

Sesuai komitmen kedua Kepala Negara pada Mei lalu, Indonesia dan Chile menargetkan penyelesaian perundingan TIGs IC-CEPA pada 2017.

“Ini merupakan perundingan TIGs CEPA pertama yang dilakukan Indonesia dengan negara Amerika Latin. Chile penting bagi Indonesia karena negaranya cukup maju, terbuka, strategis dan stabil politiknya,” jelas Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag yang juga merupakan Ketua Perunding Indonesia untuk IC-CEPA, Iman Pambagyo, belum lama berselang.

Iman menambahkan, Chile juga merupakan negara anggota Aliansi Pasifik dan menjadi hub masuk ke wilayah Amerika Latin. Produk Chile juga bersifat komplementer dengan Indonesia sehingga bukan pesaing tapi saling membutuhkan.

“Ke depan kita ingin menjadikan Chile sebagai pintu masuk produk ekspor Indonesia ke pasar nontradisional, khususnya di kawasan Amerika Latin. Selain memiliki infrastruktur yang sangat baik, Chile juga memiliki 25 perjanjian perdagangan bilateral, salah satu yang paling progresif di dunia, sehingga konektivitasnya dengan negara lain cukup tinggi,” imbuhnya.

Di sela-sela pertemuan, Ketua Perunding Indonesia berkesempatan bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Chile, Edgardo Riveros di kantornya. Keduanya membahas mengenai potensi kerja sama yang dapat dilakukan kedua negara, misalnya di bidang pariwisata dan industri strategis.

Menurut Iman, saat ini masyarakat Indonesia dan Chile kurang saling mengenal. Untuk itu, perlu diadakan kegiatan promosi bersama yang bertujuan meningkatkan visibilitas masing-masing negara.

Wakil Menlu Chile Edgardo Riveros mengarahkan pentingnya bagi kedua negara untuk bersikap pragmatis, fleksibel, dan penuh dengan keterbukaan selama perundingan, namun tetap mengedepankan kualiatas perjanjian yang akan dihasilkan.

Setelah perundingan ke-3 selesai, banyak hal yang harus ditindaklanjuti. Salah satunya dengan melakukan pertemuan intersesi secara intensif melalui video conference.

“Kedua negara berencana melakukan dua kali lagi putaran perundingan sebelum akhir tahun,” ungkap Iman Pambagyo.

Dalam putaran ke-3 TIGs IC-CEPA kali ini, ada lima Working Group (WG), yaitu WG on TIGs,
termasuk dibawahnya market access, sanitary and phytosanitary (SPS), technical barriers to trade
(TBT), trade remedies, dan indikasi geografis; WG on Rules of Origin (ROO); WG on Custom
Procedures (CP); WG on Cooperation; dan WG on Legal Issues.

Delegasi Indonesia terdiri dari perwakilan dari Kemendag, Kemenperin, Kemenko Perekonomian,
Kemlu, Kemenkeu, Kedutaan Besar Republik Indonesia, dan Indonesian Trade Promotion Center
(ITPC) Santiago, Chile.

Kinerja perdagangan Indonesia-Chile dalam lima tahun terakhir (2012-2016) mengalami
penurunan sebesar 12,09%. Total perdagangan kedua negara pada 2016 tercatat USD 227,15 juta
atau mengalami penurunan sebesar 29,28% dari tahun sebelumnya yang tercatat USD 321,19 juta.

Chile menduduki negara tujuan ekspor nonmigas ke-54 terbesar bagi Indonesia untuk tahun 2016. (udy)

Leave a Reply