Industri Karet Remah Dibuka 100% untuk Asing

Rabu, 20 Januari 2016
Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM-Investasi industri karet remah (crumb rubber) akan dibuka lebar untuk asing, untuk mendorong produksi crumb rubber nasional. Diharapkan dengan dibukanya aliran modal asing ini dapat mendorong pertumbuhan produksi karet remah nasional.

“Industri crumb rubber termasuk yang akan dibuka 100% untuk asing, karena diharapkan dapat berkontribusi positif pada peningkatan investasi di bidang karet remah nasional,” kata Franky, Rabu (20/1).

Franky menuturkan, dengan dibukanya investasi asing di industri crumb rubber, maka diharapkan dapat mendorong investor untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam karet yang ada di Indonesia. Sumber-sumber karet yang selama ini ada tidak banyak dimanfaatkan karena pembatasan yang dilakukan.

Beberapa daerah yang selama ini merupakan sumber produksi karet nasional di antaranya Jambi, Sumatera Selatan, maupun di Kalimantan.

“Masuknya investor asing, membuka kesempatan bagi daerah-daerah tersebut untuk tidak lagi hanya bergantung pada perusahaan nasional,” ujarnya.

Franky mengatakan, industri crumb rubber akan menambah daftar bidang usaha yang akan dibuka untuk asing. Revisi Peraturan Presiden Nomor 39 tahun 2014 dilakukan untuk mendukung kebijakan perekonomian nasional terutama dalam menyongsong perubahan-perubahan di tingkat global maupun regional seperti di antaranya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Berdasarkan data BKPM, dalam regulasi Perpres 39 Tahun 2014, nilai investasi yang masuk di bidang industri pengasapan, remiling dan crumb rubber (KBLI 2212) untuk periode Januari-September 2015 turun 20 persen. Jumlah tersebut turun senilai 39,8 juta dolar AS dibandingkan dengan periode Januari-September 2014 yang mencapai 48,09 juta dolar AS. (mb).

Leave a Comment