Ini Penugasan Khusus untuk LPEI

Kamis, 3 September 2015

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM –  Kementerian Keuangan telah mengeluarkan regulasi terbaru berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 134/PMK.08/2015 tentang Penugasan Khusus kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk menyikapi perlambatan ekspor Indonesia serta melemahnya kurs Rupiah.

PMK tersebut merupakan tindak lanjut dari amanat Undang-Undang Nomor 2 tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia yang menyebutkan bahwa LPEI dapat melaksanakan penugasan khusus dari Pemerintah untuk mendukung program ekspor nasional.

“Dengan dikeluarkannya PMK ini maka LPEI dapat menyediakan pembiayaan, penjaminan, dan asuransi untuk transaksi atau proyek yang secara komersil tidak dapat dilaksanakan, tetapi dianggap perlu oleh Pemerintah dengan mempertimbangkan manfaat makro ekonomi serta menunjang kebijakan atau program ekspor nasional,” bunyi keterangan resmi Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Kamis (3/9).

Berdasarkan PMK ini, Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian dapat mengajukan Program Ekspor untuk diusulkan menjadi Penugasan Khusus kepada Kementerian Keuangan melalui Komite Penugasan Khusus Ekspor, untuk kemudian dilakukan kajian aspek ekonomi atas Program Ekspor tersebut.

Berdasarkan rekomendasi Komite, Menteri Keuangan akan menerbitkan Keputusan Menteri Keuangan tentang Penugasan Khusus (KMK Penugasan) kepada LPEI yang diantaranya memuat sektor ekonomi, komoditas, dan negara tujuan ekspor.

Selanjutnya, pelaku ekspor yang memenuhi kriteria sebagaimana tercantum dalam KMK Penugasan tersebut dapat mengajukan Pembiayaan Ekspor kepada LPEI. LPEI akan melakukan analisa finansial untuk kemudian dapat menyediakan Pembiayaan Ekspor berdasarkan kontrak business to business antara pelaku ekspor dengan LPEI.

Pembiayaan Ekspor melalui Penugasan Khusus ini merupakan sumber dana yang kompetitif bagi pelaku ekspor mengingat imbalan Pembiayaan tidak memperhitungkan komponen biaya modal sumber dana penugasan khusus.

Disamping itu, pelaku ekspor dapat lebih aman dan tenang dalam melakukan transaksi dengan mitra dagangnya karena Penugasan Khusus juga dapat menyediakan fasilitas penjaminan maupun asuransi.

“Penugasan Khusus ini merupakan stimulus fiskal yang bersifat selektif dan terbatas agar pelaku ekspor dapat meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk Indonesia, mendukung pertumbuhan industri dalam negeri, dan memiliki potensi peningkatan dan pengembangan ekspor jangka panjang. Penugasan khusus diberikan dalam waktu tertentu dan pada saatnya akan diserahkan pada mekanisme pasar,” demikian Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko. (RAy)

Leave a Comment

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com