JK Bertemu Masyarakat RI di Belgia dan Luxemburg

Senin, 9 Oktober 2017

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM –   Mengawali kegiatan kunjungannya, Wakil Presiden  Jusuf Kalla didampingi Ibu Mufidah Jusuf Kalla menghadiri pertemuan masyarakat Indonesia di Belgia dan Luxemburg yang di gelar oleh KBRI Brussel,  Minggu (8/10).

Dalam sambutannya Wapres mengatakan bahwa dirinya bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi  datang untuk mengenalkan kebudayaan Indonesia di kancah dunia Internasional.

“Ini untuk lebih memperkenalkan budaya kita yang merupakan suatu bahagian dari upaya kita  untuk selalu bersama-sama menjalin hubungan masyarakat dengan masyarakat dimanapun berada khususnya di Eropa untuk kemajuan bangsa,” jelasnya.

Lebih lanjut Wapres mengajak kepada masyarakat walaupun berada di luar negeri namun tetap komitmen untuk memajukan negaranya secara bersama-sama.

“ Sebagai warga atau diaspora untuk selalu bersama-sama membangun bangsa ataupun besama-sama membangun kesatuan untuk kemajuan kita semuanya,” pintanya, seperti dikutip laman Wakil Presiden.

Wapres menambahkan, akibat perkembangan pesat ilmu pengetahuan dan tenologi, informasi tentang tanah  air dapat dengan cepat di ketahui namun tidak semua informasi yang diterima menggambarkan kejadian yang sebenarnya. Oleh karenanya, Wapres meminta untuk menyaringnya dan tetap bersatu  demi kemajuan bangsa Indonesia.

“Kejadian Apa yang terjadi sekarang ini , langsung anda dengan mudah  dapat diketahui. Kadang-kadang malah, anda lebih cepat mengetahui, kita masih tidur, anda sudah baca koran Indonesia yang terbit pada hari itu. Jadi itulah masalah-masalah dunia ini, namun harapan kita semua ialah bagaimana  Indonesia atau bahagian di dunia ini tetap berjalan dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan masyarakat kita,”terangnya

Lebih jauh Wapres mengungkapkan bahwa dunia setelah perang dunia dan perang dingin, situasinya menjadi tidak menentu hampir di seluruh bagian dunia terjadi masalah-masalah.

“Bukan hanya di Timur Tengah, di Afrika , di Asia Timur, di Korea, di Eropa pun penuh dengan gejolak-gejolak politik yang tentu selalu menjadi bahagian pembicaraan,” terangnya.

Atas kedamaian yang mengusik di banyak negara, Wapres pun mengajak untuk bersyukur bahwa Indonesia masih lebih baik dibandingkan dengan negara lain, termasuk di antara negara Asean.

“Di Asean-pun kita jauh lebih baik dengan keadaan-keadaan seperti di Filipina, di Thailand, di Myanmar, bahwa ada gejolak-gejolak kecil, ya pasti dimanapun, karena dengan mudah oanrg terpancing mengetahui situasi, tapi sebagai perbandingan saya katakan tadi di bahagian dunia  ini, kita lebih lumayan damai, aman,” ucapnya.

Untuk kemajuan bersama disamping perdamaian, Wapres mengajak  untuk sama-sama memberikan kontribusi yang terbaik untuk bangsa dan negara sehingga karena negara membutuhkan pertumbuhan ekonomi  lebih baik dari sebelumnya, juga membutuhkan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.

“Karena itulah di butuhkan kerjasama antara kita semua, sumbangsih daripada antar semua yang juga sangat penting untuk kemajuan kita, apakah sumbangsih dalam ilmu dan pengetahuan, apakah dalam investasi dan perdagangan ataupun hubungan-hubangan kemanusiaan lainnya yang sangat penting untuk kita ketahui semuanya,” pungkasnya.

Sebelumnya Duta Besar luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI Yuri Octavian Thamrin mengatakan rasa bangga dan terima kasih, di sela kunjungan kerjanya menyempatkan hadir di kantornya. Kemudian Dubes juga melaporkan WNI yang hadir pada pertemuan ini.

“Bapak Jusuf Kalla dihadapan Bapak ada 200 warga Indonesia. Mereka ini datang dari kota-kota di dekat di sekitar Brussel, ada juga yang datang dari Luxemburg, mewakili beberapa asosiasi misalnya BIMESA, BIMESA itu Belgian Indonesian Medical Education and Social Association. BIMESA ini ada 300 dokter yang sudah berkecimpung di Belgia,” ucap Dubes  Yuri.  (rdy)

 

Leave a Comment