JK: Kesejahteraan Tak akan Terwujud Bila Dilakukan Secara Individual

Senin, 20 November 2017

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM  – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan,  kesejahteraan tidak akan terwujud bilamana dilakukan secara individual.

“Kita harus tumbuh untuk memajukan ekonomi secara bersama-sama. Caranya bagaimana kita bisa mendorong anggota/kader-kader kita untuk membuat usaha-usaha (ekonomi) yang bermanfaat bagi anggotanya,” jelasnya pada penutupan Musyawarah Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Medan, Ahad.

Pada kesempatan itu dia juga mengingatkan   tujuan  didirikannya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yakni   terbinanya insan akademis pencipta dan pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terlaksananya bangsa yang makmur dan adil.

Artinya,  menjadi kewajiban bersama untuk untuk membina bangsa ini agar maju, makmur,  sesuai dengan tugas dan peran masing-masing.

“Kita semua berkewajiban untuk membina bangsa ini agar maju, agar makmur, sesuai dengan tugas kita masing-masing. Bangsa ini punya banyak tantangan, bangsa yang besar tidak mudah mengaturnya dibandingkan dengan negara yang lebih kecil. maka tentulah kita harus tetap konsekuen terhadap tujuan KAHMI,” ucapnya, seperti disitir laman Wakil Presiden.

JK memuji KAHMI sebagai   organisasi alumni yang terbesar di Indonesia, yang sudah mengabdi 50 tahun,  yang anggotanya tersebar di berbagai unsur, ada yang menjadi  birokrat, akademisi, pengusaha, profesional, yang pada umumnya mengabdi pada bangsa dan negara.

“Harapan kita semua bagaimana melanjutkan cita-cita itu, bagaimana merealisasikan cita itu, walaupun selalu dikatakan yakin usaha sampai,  tidak ada cita-cita yang sampai sendiri, semuanya dengan usaha keras. Negeri ini, negeri kita semuanya, oleh karena itu kerja keras menjadi tanggung jawab kita semuanya,” pesannya.

Diakhir sambutannya, Wapres berharap agar Presidium dapat memajukan KAHMI secara baik-baik. Yang mampu membantu yang kurang mampu, yang senior membantu yang junior, agar terlihat cerminan kekeluargaan yang harmonis didalam organisasi ini.

“Berikanlah kesempatan dan keutamaan bagi yang junior, bilamana yang junior belum memiliki pekerjaan atau kesempatan berusaha, maka berikanlah kesempatan itu. Tentunya dengan memenuhi standart persyaratan yang ada,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Wapres tak lupa mengucapkan selamat dengan pantun kepada para 9 Presidium KAHMI Nasional yang terpilih.

“Bunga melati harum baunya, menjadi penghias sanggul para putri. Selamat kepada peserta munas semuanya, semoga menghasilkan ide-ide yang berisi,” tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah membuka Munas  ini pada Jum’at yang lalu. Sebelum ditutup Wapres, Munas telah menelurkan 9 Presidium baru.  Ir. Kamarusamad M.Si  terpilih sebagai koordinator Presidium untuk masa bakti 2017 – 2022. Pengusaha muda ini, diharapakan dapat menciptakan serentetan revolusi baru dalam tubuh KAHMI.

Menurut Kamarusamad, tantangan terdepan KAHMI  adalah bagaimana menggiring organisasi ini maju dan memadukannya dengan pengembangan bisnis untuk mensejahterakan anggotanya.

“Tantangan kini dan ke depan adalah enterpreneurship, sebagaimana yang pernah disampaikan oleh senior kita, Bapak Muhammad Jusuf Kalla”, ucapnya.

Munas ke-10 ini dilaksanakan untuk memilih Presidium Nasional KAHMI pasca berakhirnya tugas koordinator Presidium dibawah Prof. Mahfud MD untuk masa tugas 2012 – 2017. Dalam acara ini juga dilaksanakan penandatanganan prasasti gedung Insan Cita Medan.

Tampak hadir pada acara tersebut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Anggota Watimpres Suharso Monoarfa, dan Mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan.

Hadir mendampingi Wapres dalam acara ini   Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, Deputi Dukungan Kebijakan Bidang Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Bambang Widianto, Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Reformasi Birokrasi Azyumardi Azra, Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah Syahrul Udjud.  (rdy)

 

Leave a Comment