JK Prihatin dengan Kondisi Perekonomian yang Masih Timpang

Rabu, 15 November 2017

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM –  Wakil Presiden Jusuf Kalla   prihatin dengan kondisi perekonomian yang saat ini masih timpang, dimana hanya 1 persen masyarakat Indonesia yang menguasai aset nasional lebih dari 50 persen dan hanya 10 persen menguasai 70 persen aset nasional.

Oleh karena itu, Wapres mengingatkan agar jangan hanya bangga dengan soal jumlah umat yang mayoritas.

“Pertanyaannya, mengapa kita terbesar , tetapi ada satu sisi yang tidak kita kuasai, yakni kemakmuran dan ekonomi,” ungkapnya pada acara gala dinner bersama Simposium Guru Besar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Istana Wakil Presiden Jl. Merdeka Selatan Jakarta , Selasa (14/11).

 Menurut dia,   untuk menciptakan masyarakat adil dan makmur  haruslah berdasarkan ilmu pengetahuan, karena ilmu pengetahuan akan memberikan nilai tambah yang lebih. Intinya Kesejahteraan itu bagaimana meningkatkan produktifitas orang atau masyarakat.

“Bagaimana kita berjuang mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan keilmuan. Ilmu pengetahuan memberikan nilai tambah karena teknologi. Teknologi karena pendidikan,” ucapnya.

Wapres meminta seluruh anggota KAHMI agar memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

“Setelah menerapkan ilmu pengetahuan, berikan semangat entrepreneurship. Harus ada kelompok entrepreneurship yang kuat, “ tegasnya, seperti dikutip laman Wakil Presiden.

 

Di forum tersebut, Wapres sempat bergurau sekiranya banyaknya seminar, aturan membuat Indonesia sejahtera maka Indonesia sudah sejahjera lebih dulu.

“Tidak cukup hanya karena memiliki ribuan peraturan, mengadakan seminar, rapat ataupun simposium. Kalau itu ukurannya, Indonesia negara yang paling kaya se-dunia, karena Indonesia memiliki paling banyak aturan dan paling sering mengadakan seminar“ candanya.

Wapres mengingatkan bahwa tujuan didirikan KAHMI adalah untuk terciptanya insan akademis yang mampu mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT. Untuk itu Wapres berharap agar KAHMI terus mendorong spirit anak muda untuk serius, kerja keras dan semangat ber-entrepreneuship.

Pemerintah, sambung wapres telah memberikan subsidi triliunan rupiah untuk bunga rendah sampai dengan 7 persen. “ Hanya itu (entrepreneurship) yang membuat negara menjadi maju dan sejahtera “ tegas Wapres.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Mahfud MD selaku Ketua Presidium KAHMI menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Wapres yang selama ini telah memberikan bimbingan, arahan dan pendampingan kepada seluruh anggota KAHMI periode 2012 sd 2017.

Hadir mendampingi Wapres, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Bambang Widianto, Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Penanggulangan Kemiskinan Syahrul Wujud, Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Reformasi Birokrasi, Azyumardi Azra dan Tim Ahli Wakil Presiden Iskandar Mandji (ray).

Leave a Comment