Jokowi Apresiasi Materi Diklat Kebangsaan Ponpes Darussalam Purwokerto

Jumat, 16 Juni 2017

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM –  Presiden Joko Widodo mengunjungi Pondok Pesantren Darussalam, Dukuhwaluh, Purwokerto,  Kamis (15/6) malam. Di pondok pesantren ini Presiden bersilaturahmi dengan pimpinan, pengurus, para santri, juga warga sekitar Pondok Pesantren.

Presiden dan rombongan tiba pukul 20:50 WIB disambut Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam  KH. Chariri Shofa dan hadroh para santri.  Presiden dan KH Chariri kemudian melakukan pertemuan terlebih dahulu.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Kyai beserta keluarga besar Pondok Pesantren Darussalam, yang telah menerima kami dan rombongan begitu sangat meriah dan ramahnya,” kata Presiden mengawali sambutannya.

Antusiasme masyarakat saat Presiden Joko Widodo mengunjungi Pondok Pesantren Darussalam, Dukuhwaluh, Purwokerto, pada Kamis (15/6) malam. (Foto: Humas/OJI)

Antusiasme masyarakat saat Presiden Joko Widodo mengunjungi Pondok Pesantren Darussalam, Dukuhwaluh, Purwokerto,   Kamis (15/6) malam. (Foto: Humas/OJI)

Tak lupa,   Presiden Jokowi mengingatkan tentang keberagaman yang ada di Indonesia. Betapa Indonesia  negara yang besar,  yang  memiliki 17.000 pulau.

“Kita juga memiliki 516 Kabupaten dan Kota, memiliki 34 provinsi dari  Sabang sampai Merauke, dari pulau Miangas sampai pulau Rote. Kita juga memiliki 714 suku yang tersebar di 17.000 pulau tadi, yang bahasa daerahnya juga berbeda-beda. Ada 1.100 lebih bahasa daerah kita,” jelas Presiden, seperti disitir laman Sekretariat Presiden.

Presiden pun menceritakan bahwa sekarang ini dirinya sedang belajar beberapa sapaan dalam berbagai bahasa daerah.

“Saya sekarang belajar, mulai belajar seperti itu. Saya belajar tadi di Cilacap tadi yang ngajarin Pak Gubenur. Ya tadi, kepriwe kabare? Saya baru tahu ya tadi. Saya mulai belajar seperti itu,” ucapnya.

Presiden mengingatkan dalam kehidupan muamalah, betul-betul harus disadari bahwa kita ini memang berbeda-beda. Perbedaan dan keberagaman Indonesia adalah hukum Allah, takdir Allah, yang diberikan kepada negara kita Indonesia yang harus kita syukuri bersama-sama.

Oleh sebab itu jangan melupakan persaudaraan, baik sebagai sesama muslim dalam ukhuwah islamiyah, maupun persaudaraan sebagai saudara sebangsa dan setanah air, dalam ukhuwah wathoniah.

Presiden juga meminta jangan sampai sekarang ini ada yang saling salah menyalahkan antar umat. Dia berpesan agar menghentikan   saling menjelekkan,  memfitnah, mencemooh,  dan  mencela.

“Itu bukan budaya bangsa Indonesia. Bangsa kita adalah penuh dengan nilai-nilai kesantunan, penuh dengan nilai-nilai kesopanan. Tetapi itu bukan di sini, kalau di sini semuanya sopan-sopan, santun-santun, kelihatan optimis, ceria,”  kata Presiden.

Presiden Akan Bangun 3 Lantai

Dalam sambutan pembukanya, KH Chariri Shofa menjelaskan tentang pembangunan Pondok Pesantren Darussalam. Menanggapi hal ini Presiden Jokowi mengaku sangat senang sekali hadir di Pondok Pesantren Darussalam ini. Ia berpesan agar pembangunan yang sudah terlanjur dimulai, diselesaikan saja,

“Saya bagian membangun satu lagi, tiga lantai sudah. Jadi nanti tiga lantai yang Pak Kyai selesai, saya yang tiga lantai juga insya Allah segera saya selesaikan,” kata Presiden yang diaminkan oleh semua yang hadir.

Presiden berharap dengan pembangunan ini akan membuat Pondok Pesantren Darussalam semakin besar dan memberikan manfaat kepada masyarakat,  khususnya   di Purwokerto.

Terkait materi yang diajarkan di pondok, Presiden juga memberikan apresiasi. Ia memuji pelaksanaan  training pemahaman kebangsaan, yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Darussalam ini. Menurut Presiden, materinya  sangat  bagus sekali.

“Coba kita lihat, materi yang pertama mengenai pemahaman Islam yang komprehensif. Yang kedua, memahami Islam yang Rahmatan Lil’ Alamin. Yang ketiga, mengenai kehidupan berbangsa, bernegara, bermasyarakat dalam perspektif Islam. Semuanya diajarkan di sini, ini sangat bagus sekali,” kata Presiden seraya melanjutkan ada materi memahami perbedaan pemahaman Islam dan aliran, kemudian juga diberikan materi mengenai radikalisme lawan atau versus liberalisme.

Oleh sebab itu, Kepala Negara sangat mengapresiasi  apa yang telah dilakukan oleh Pondok Pesantren Darussalam dalam memberikan pemahaman-pemahaman yang betul mengenai kehidupan berbangsa,  bernegara, dan  bermasyarakat  menurut Islam.

Dalam kesempatan itu  Presiden juga memberikan kuis berhadiah sepeda kepada para santri, dan menyaksikan pembagian sembako bagi warga sekitar Pondok Pesantren.

Mendampingi  Presiden dalam kesempatan ini, Mensesneg Pratikno, Mendikbud Muhadjir Effendy, Mensos Khofifah Indar Parawansa,  dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (rdy)

Leave a Reply