Kemendag Fasilitasi 1.000 Pembeli Potensial Trade Expo Indonesia

Selasa, 4 Oktober 2016

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM-Kementerian Perdagangan (Kemendag) memberikan fasilitas untuk 1.000 calon pembeli potensial atau potential buyers yang akan hadir pada Trade Expo Indonesia (TEI) Ke-31 berupa penginapan gratis untuk para pengusaha dari 73 negara.

“Kehadiran buyer merupakan salah satu kunci kesuksesan dalam penyelenggaraan pameran dagang bertaraf internasional. Mereka akan diberikan fasilitas akomodasi dan transportasi. Ini juga sebagai bentuk dukungan pemerintah mendorong kehadiran pembeli asing,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Arlinda, Selasa (4/10).

Ia mengatakan fasilitas tersebut akan diberikan kepada para pengusaha dari 73 negara yang direkomendasikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI). Fasilitas tersebut berupa penginapan gratis selama tiga hari dan dua malam di lima hotel official partner Kemendag sebanyak 1.000 kamar.

Para pembeli potensial tersebut diverifikasi untuk memastikan potensi mereka dalam melakukan kerja sama bisnis dengan peserta TEI 2016. Fasilitasi tersebut berlaku selama 11-13 Oktober 2016.

Selain akomodasi, panitia penyelenggara dari Kemendag juga akan menjemput buyer saat tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dan juga disediakan free shuttle bus dari masing-masing hotel ke JIExpo Kemayoran, selama dua hari pertama penyelenggaraan TEI.

“Keberadaan shuttle bus ini sangat menguntungkan buyer, mengingat TEI akan menempati area pameran seluas 50.000 meter persegi. Dengan menaiki bus itu, mereka akan diantar langsung ke lobi utama JIExpo, sehingga lebih mudah dan lebih dekat untuk menuju sejumlah hall tempat produk-produk yang diminati berada,” ujar Arlinda.

Kemendag juga mengapresiasi peranan dan partisipasi buyer melalui penganugerahan Primaduta Awards. Buyer yang berhak mendapatkan penghargaan ini adalah yang memenuhi kriteria telah mengimpor selama lima tahun, nilai dan volume impor terus tumbuh, jenis produk yang diimpor semakin bervariasi, dan inspiratif karena turut membangun citra produk Indonesia.

Tahun 2016, Primaduta Award 2016 akan diberikan kepada 60 buyers terpilih hasil seleksi 261 buyers dari 38 negara sahabat. Jumlah buyer yang direkomendasikan untuk mendapatkan Primaduta Awards tahun ini lebih besar dibandingkan pada penyelenggaraan tahun 2015 yang tercatat sebanyak 210 buyers dari 30 negara.
“Peningkatan jumlah buyers memperlihatkan adanya peningkatan minat mereka terhadap produk-produk Indonesia
maupun terhadap penghargaan bergengsi ini,” tambah Arlinda.

Primaduta Award diberikan kepada pembeli asing yang telah mendapatkan verifikasi dari perwakilan Indonesia di luar negeri, yaitu Atase Perdagangan, pejabat Indonesia Trade Promotion Centre (ITPC), ataupun Kamar Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI).

Sebagaimana pada penyelenggaraan TEI sebelumnya, Primaduta Award tahun 2016 juga akan diserahkan saat pembukaan TEI pada 12 Oktober 2016, bersamaan dengan penyerahan Primaniyarta Award kepada 30 eksportir terbaik di Indonesia.

Presiden Joko Widodo direncanakan menyerahkan langsung kedua penghargaan tersebut kepada para eksportir dan buyer terpilih. (sr)

 

Agustus 2016, Kunjungan Wisman Tembus Angka 1 Juta

 

Selasa, 4 Oktober 2016

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM-Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman)  ke Indonesia pada Agustus tahun ini menembus angka satu juta Wisman atau 1.031.986 Wisman, berarti  mengalami peningkatan sebesar 13,19% dibandingkan Agustus tahun lalu yang hanya 911.704 Wisman.

“Pencapaian angka di atas satu juta Wisman pertama kali terjadi  pada Juli lalu, yaitu  1.032.741 Wisman, dan turis Inggris naik lebih dari 30%,” demikian Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata Nia Niscaya kepada Antara London, Selasa (4/10).

Data BPS dan Asdep Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan, Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyebutkan secara kumulatif kunjungan Wisman pada Januari hingga Agustus mencapai 7.356.310 Wisman atau meningkat sebesar 8,39% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 6.786.906 Wisman.

Kunjungan wisman berdasarkan originasi kebangsaan pada Agustus di 19 pintu utama dibandingkan Agustus tahun lalu tercatat yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah dari Saudi Arabia sebesar 55,31%, Australia 47,52%, Perancis 35,93%, Inggris 30,91%, dan Jerman 27,64%, sedangkan secara komulatif Januari hingga Agustus mengalami pertumbuhan tertinggi, yaitu Mesir sebesar 49,93%, Bahrain 46,26% India 29,19%, Perancis 23,78% dan Tiongkok 23,67%.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, capaian kunjungan wisman pada Januari hingga Agustus 2016 sebesar 7,4 juta Wisman ini sesuai dengan target yang ditetapkan atau sudah on the track . Hal ini terlihat dari jumlah kunjungan wisman pada Juli dan Agustus 2016 sudah menembus angka satu juta Wisman dan diharapkan akan berlanjut pada empat bulan berikutnya September hingga Desember 2016 sehingga target 12 juta wisman di akhir tahun akan terlampaui, ujarnya.

Go Digital

Menpar Arief Yahya menjelaskan, untuk meningkatkan kunjungan wisman secara signifikan go digital menjadi strategi yang harus dilakukan khususnya untuk merebut pasar Wisman Tiongkok, yang menjadi fokus pasar utama dan akan memberikan kontribusi terbesar bagi Indonesia.

“Tiongkok merupakan sumber wisman paling besar dunia. Indonesia baru bisa menarik sekitar 1,2 juta Wisman atau satu persen dari seluruh outbound Tiongkok, sedangkan Thailand sudah meraih delapan juta wisma,” kata Arief Yahya.

Untuk mengejar ketertinggalan dari Thailand, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggandeng Baidu perusahaan searching engine terbesar Tiongkok sebagai Google-nya Tiongkok untuk meng-create program mempromosikan destinasi wisata Indonesia.

“Baidu sanggup meng-create banyak program untuk mempromosikan destinasi wisata Indonesia dari hilir ke hulu. Mulai dari branding, advertising sampai ke selling dan menyanggupi menaikkan kunjungan Wisman Tiongkok ke Indonesia hingga 10 juta wisman pada di 2019,” kata Menpar Arief Yahya yang belum lama ini mengadakan kunjungan ke Tiongkok.

 

Dengan datangnya 10 juta Wisman Tiongkok tersebut, menurut Arief Yahya, memberikan kontribusi 50% dari target kunjungan 20 juta Wisman pada 2019.

Menpar mengatakan, go digital menjadi tuntutan dalam merebut pasar global terutama wisman Tiongkok yang sebagian besar menggunakan internet atau searching engine Baidu untuk melakukan perjalanan mulai dari mencari dan melihat-lihat informasi kemudian memesan paket wisata yang diminati membook hingga membayar secara online.

“Gaya hidup wisatawan dalam mencari informasi destinasi, memperbandingkan antar produk, memesan paket wisata, dan berbagi informasi kini telah mereka lakukan secara digital. Dengan kata lain kini wisman melakukan search and share menggunakan media digital,” demikian Menpar Arief Yahya. (ki)

 

Leave a Comment