Kepala BKPM Diberi Target Datangkan Investasi Rp 670 Triliun

Selasa, 6 Desember 2016

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Presiden Joko Widodo menegaskan, hal paling penting yang harus dikerjakan Tim Ekonomi adalah    menarik investasi semaksimal mungkin.

Dia mengaku    sudah memberikan perintah  kepada Tim Ekonomi,  khususnya  Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), bahwa target target investasi yang masuk  harus   dikejar dengan cara apapun.

“Misalnya ya tahun depan target kita kira-kira Rp 670 triliun, kalau sudah ada target dengan jurus apapun harus dikejar. Kemudian 2018, target kita kira-kira Rp 840 triliun, dan keinginan kita kalau nanti jumlah paling tidak itu 45% dari PDB kita, sehingga ini akan memberikan trigger ekonomi yang baik,” kata Presiden Jokowi saat menjadi pembicara kunci pada Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (6/12) pagi.

 Presiden Jokowi menjadi pembicara kunci dalam Sarasehan 100 Ekonom Nasional, di Fairmount Hotel, Jakarta, Selasa (3/12) pagi. (Foto: OJI/Humas)

Presiden Jokowi menjadi pembicara kunci dalam Sarasehan 100 Ekonom Nasional, di Fairmount Hotel, Jakarta, Selasa (3/12) pagi. (Foto: Setkab)

Menurut Presiden, yang harus difokuskan untuk investasi  adalah substitusi barang-barang impor. Kemudian  mega-mega proyek   harus   diselamatkan, baik yang berupa investasi investasi US$ 3 miliar, US$  6 miliar, atau  US$ 15 miliar.

“Hal ini akan memberikan trigger ekonomi yang baik pada pertumbuhan ekonomi kita,” ucapnya.

Diakui oleh Presiden Jokowi,   memberikan kepastian kepada investor sekarang ini   tidak semudah di masa lalu.   Tapi  dia   meyakini dengan perubahan-perubahan kebijakan yang dilakukan,  investasi   akan masuk ke  Indonesia,   baik yang berkaitan dengan  petro oleochemical,   baja,   migas, maupun  pembangkit listrik.

“Saya kira  yang terakhir pembangkit listrik, misalnya, 2017 awal ini sudah akan banyak yang sudah financial closing sehingga arus uang masuk akan semakin kelihatan di semester pertama 2017,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu dia juga mengingatkan masyarakat agar jangan sampai terkena euforia (gembira berlebihan)  akibat pujian   Dana Moneter Internasional  (IMF)  yang menilai   perekonomian Indonesia terus membaik, seiring dengan dukungan kebijakan-kebijakan makroekonomi dan reformasi struktural. Sebab IMF juga mengingatkan     kemungkinan risiko ekonomi yang berasal dari eksternal luar negeri.

“Karena ketidakpastian kebijakan ekonomi, misalnya di Amerika, baik yang berkaitan dengan ketidakpastian akan naiknya suku bunga The Fed, dan juga melemahnya ekonomi Tiongkok,” kata  Jokowi , seperti disitir laman Sekretariat Kabinet.

Menurut dia,   yang paling penting sekarang ini adalah menyikapi dengan rasa optimistis, karena kondisi tekanan eksternal dihadapi hampir semua negara.

Dia  menjelaskan, setiap bertemu dengan kepala negara dan  kepala pemerintahan, keluhannya hampir mirip, yakni   melemahnya pertumbuhan ekonomi, sulitnya mencari investasi, dan mencari arus uang masuk

Sarasehan 100 Ekonom Indonesia itu  dihadiri oleh Menko Perekonoian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. (rud)

Leave a Comment

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com