Lagi, Jalan Trans Sulawesi Tertimbun Longsor

Senin, 12 Februari 2018

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM  – Hujan deras menyebabkan material longsor kembali menutupi akses jalan trans Sulawesi di Desa Blongko, Kecamatan Sinonsayang, Kabupaten Minahasa Selatan.  Ahad  siang (11/2/2018) akses jalan ini sudah dapat dilalui satu lajur. Namun hujan kembali turun dan menutup jalan sehingga lalu lintas ditutup kembali.

Sebelumnya, banjir dan longsor terjadi di Minahasa Selatan,  Jumat (9/2/2018) pukul 17.00 Wita. Akibat longsor,  30 KK mengungsi ke rumah saudara dan tetangga.

Adapun  kerugian  materil terdiri dari  4 unit rumah rusak berat, 1 unit rumah rusak ringan,  25 unit rumah terdampak.

“Tinggi banjir saat kejadian 1-1,5 meter.   Jalan trans Sulawesi (Kecamatan Sinonsayang) tertutup material longsor dengan tinggi 2 meter panjang kurang lebih 300 meter,” ungkap Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (12/2).

Longsor, lanjutnya,  terjadi  akibat hujan dengan intensitas tinggi dan meluapnya sungai Poigor.

“BPBD  (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) bersama instansi terkait telah melakukan pendataan dan evakuasi. Sebanyak 4 alat berat dikerahkan untuk mengatasi longsor,” jelasnya.

Longsor juga terjadi di Banjarnegara, Jawa Tengah akibat  hujan deras yang berlangsung sejak Kamis (8/2/2018) hingga Jumat (9/2/2018) dini hari .  Longsor menimbun ruas jalan provinsi di Desa Paweden, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara. Akibatnya lalu lintas di ruas jalan tersebut lumpuh total.

“Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Banjarnegara telah melakukan pemantauan longsoran. Kondisi tanah masih bergerak perlahan. Pohon-pohon pinus satu persatu di area longsoran roboh,” kata Sutopo.

Dari hasil kajian TRC (Tim Reaksi Cepat) BPBD Banjarnegara dengan  foto udara di laporkan bahwa area longsor di titik kordinat -7.308299,109.714557 hingga saat ini seluas 1,4  hektare . Kisaran panjang longsoran 217 meter, lebar 70 meter dan tinggi 8 meter. Area longsoran berupa material tanah disertai batu, pohon pinus, pohon salak, pohon albasia. Jalan yang tertutup material longsoran sekitar panjang 200 meter, tinggi 2 meter dengan volume 300 meter kubik.

Masyarakat diimbau untuk tidak mendekat ke area longsoran karena berbahaya tanah masih bergerak. Potensi longsor susulan masih tinggi karena curah hujan meningkat. Selain itu, kondisi geologi di wilayah Banjarnegara adalah material rombakan yang mudah longsor. (dya)

Leave a Comment