Lima Seniman Indonesia Pamerkan Karyanya di Venice Biennale 2013

 

 

Kamis, 10 Januari 2013

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM –  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)  mendukung   keikutsertaan lima seniman Indonesia  dalam ajang pameran ‘55th International Art Exhibition of the Venice Biennale’ yang berlangsung di Kota Venice,  Italia,  Juni hingga November 2013.
 

Pameran seni rupa kontemporer tertua dan paling bergengsi di dunia ini  diadakan setiap dua tahun sekali. Lima seniman Indonesia yang terdiri dari Albert Yonathan Setyawan, Eko Nugroho, Entang Wiharso, Sri Astari, dan Titarubi akan memamerkan karya-karya terbaiknya di Paviliun Indonesia  dalam ajang pameran dunia tersebut.

Paviliun Indonesia seluas 500 meter persegi yang berlokasi di Arsenale sebagai salah satu dari venue utama perhelatan, telah dikontrak oleh produser Bumi Purnati dengan penjamin Kemenparekraf. Hadirnya Paviliun Indonesia dan para  perupa ini menandai seni rupa Indonesia siap menjadi pemain di panggung dunia.

“International Art Exhibition of the Venice Biennale ini merupakan even pameran seni rupa kontemporer paling bergengsi di dunia. Kita ingin menampilkan karya para perupa Indonesia yang berkaliber dunia, sekaligus mempromosikan pariwisata dan industri kreatif Indonesia,” kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamen Parekraf) Dr.Sapta Nirwandar dalam jumpa pers tentang persiapan Indonesia dalam ajang ‘55th International Art Exhibition of the Venice Biennale’ di Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Parekraf, Kamis (10/1).

Sapta mengatakan, pemerintah  terus mendorong agar karya perupa Indonesia mendunia. Untuk itu partisipasi perupa Indonesia dalam even  55th International Art Exhibition of the Venice Biennale akan didukung dengan  mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar.

Dukungan dana ini, kata Sapta,  jangan dilihat sebagai pembelanjaan, tetapi suatu investasi karena akan memberikan dampak terhadap pencitraan Indonesia serta  benefit berupa pemberitaan dari kegiatan tersebut.

Menurut Restu Imansari Kusumaningrum, staf   Bumi Purnati, dukungan Kemenparekraf sangat besar artinya bagi dunia seni Indonesia.

“Dengan hadirnya Paviliun Indonesia di Arsenale, seni rupa kita sejajar dengan seni rupa papan atas dunia, dan tak kalah penting kita menjadi subyek praktek seni rupa dunia,” ucapnya.

Pemosisian Indonesia sebagai subyek praktek seni rupa dunia terlihat saat Dewan Artistik Bumi Purnati memutuskan konsep Sakti sebagai tema Paviliun Indonesia. Konsep sakti adalah nilai-nilai yang bersumber dari warisan budaya Indonesia, dan ternyata sejalan dengan konsep pameran II Palazzo Encyclopedico/The Encyclopedic Palace yang diumumkan Kurator Venice Biennale Massimiliano Gioni pada 25 Oktober 2012 yang lalu.

Konsep Sakti, menurut Kurator Rifky Effendy, merupakan tawaran Indonesia kepada dunia mengenai betapa pentingnya kebhinekaan. Lima seniman yang dipilih tampil dalam 55 th International Art Exhibition of the Venice Biennale adalah yang dinilai Dewan Artistik Bumi Purnati bisa paling tepat menerjemahkan konsep Sakti tersebut. (ra)

 

Leave a Reply