Mayoritas Konsumen Properti Masih Andalkan KPR

Kamis, 13 Agustus 2015

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Hasil Survei  Harga Properti Residensial (SHPR) yang dilakukan Bank Indonesia pada triwulan II-2015   menunjukkan bahwa pembiayaan pembangunan properti residensial masih bersumber dari dana internal pengembang. Sebagian besar pengembang (62,57%) menggunakan dana sendiri sebagai sumber pembiayaan usahanya.

Sementara itu, sumber pembiayaan konsumen untuk membeli properti masih didominasi oleh pembiayaan perbankan (KPR).

“Sebanyak 72,20% responden masih memanfaatkan KPR sebagai fasilitas pembiayaan dalam pembelian properti residensial, khususnya pada rumah tipe kecil,” bunyi informasi yang dilansir laman Bank Indonesia, Rabu.

Survei tersebut   mengindikasikan adanya perlambatan pertumbuhan harga properti residensial di pasar primer baik secara triwulanan maupun tahunan. Hal ini tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial pada triwulan II-2015 yang tumbuh sebesar 1,38% (qtq) atau 5,95% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang tercatat 1,44% (qtq) atau 6,27% (yoy).

Perlambatan pertumbuhan harga terjadi pada semua tipe rumah, kecuali rumah tipe kecil yang mengalami kenaikan harga sebesar 2,60% (qtq) atau lebih tinggi dibandingkan kenaikan triwulan sebelumnya yang sebesar 1,98% (qtq).

“Melambatnya kenaikan harga diperkirakan masih akan berlanjut pada triwulan III-2015,” ungkap  bank sentral.

Perlambatan kinerja properti juga tercermin dari pertumbuhan penjualan properti residensial pada triwulan II-2015 yang sebesar 10,84%, (qtq), lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang sebesar 26,62% (qtq). Perlambatan penjualan terutama terjadi pada rumah tipe menengah. (ra)

Leave a Comment