Menkop UKM Usul Pupuk Bersubsidi Dihapus

Selasa, 26 Januari 2016
Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM-Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Anak Agung Gede Nngurah Puspayoga mengusulkan agar pupuk bersubsidi dihapuskan. Alasannya, selain penyaluran pupuk bersubsidi tidak efektif, juga untuk melindungi petani dari tengkulak,
“Sebaiknya pupuk bersubsidi dihapus dan diarahkan ke pasca panen,” kata Puspayoga, dalam rapat kerja di Gedung DPD RI, Jakarta, Selasa, (26/1).

Dia mengatakan, selain penyaluran pupuk bersubsidi tidak efektif dan cenderung tidak menguntungkan petani, petani juga tidak mendapatkan harga yang pantas untuk pupuk bersubsidi. Selain itu, pupuk bersubsidi cenderung dimainkan agen.

“Selama ini, (penyaluran) pupuk bersubsidi tidak efektif. Banyak pupuk bersubsidi yang dioplos. Jadi, petani tidak mendapatkan harga yang benar. Yang untung itu justru agen-agen,” ujarnya.

Dia menuturkan, pihaknya akan membicarakan dengan kementerian teknis, yakni Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan.

Sebagai informasi, Koperasi Unit Desa (KUD) merupakan bagian penyalur pupuk bersubsidi. Saat ini, ada 36 koperasi sebagai distributor dan 250 koperasi yang merupakan pengecer pupuk bersubsidi.

Puspayoga menyarankan agar subsidi pupuk ini dialihkan ke pasca panen. Misalnya, koperasi membeli produk pasca panen. Hal ini bertujuan untuk melindungi petani dari tengkulak.

“Sebaiknya dialihkan ke pasca panen, misalnya (koperasi) beli gabah supaya petani tidak dipermainkan oleh tengkulak,” katanya. (mb).

Leave a Reply