Momentum Perbaikan Kinerja Ekspor agar Dijaga

Selasa, 17 April 2018

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM- Momentum perbaikan kinerja ekspor yang menjadi penyebab terjadinya surplus neraca perdagangan harus terus dijaga, agar tidak rentan terhadap adanya gejolak.”Kita tidak boleh lengah karena kemungkinan `shock` itu tidak pakai pendahuluan,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Senin (16/4).

Sri Mulyani mengatakan saat ini sedang terjadi penguatan ekspor migas maupun non migas seiring dengan kenaikan harga komoditas di pasar internasional serta meningkatnya permintaan di tingkat global.

Hal tersebut ikut tercermin dari membaiknya realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai, terutama bea keluar karena tingginya ekspor minerba.

Namun, pemerintah tetap waspada dalam melihat kondisi perekonomian global saat ini yang berpotensi mengganggu kinerja perdagangan internasional.

Risiko tersebut salah satunya berasal dari kemungkinan terjadinya perang dagang AS dengan China setelah keduanya saling menerapkan tarif impor untuk masing-masing produk unggulan ekspor.

“Kita akan tetap jaga, kecuali dinamika antara AS dan China mengenai tarif itu memengaruhi atau benar-benar dieksekusi, maka pengaruhnya akan dilihat di semester dua,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor pada Maret 2018 mencapai US$ 15,58 miliar, naik sebesar 10,24%  dibandingkan bulan sebelumnya yang senilai US$ 14,13 miliar.

Beberapa sektor tercatat mengalami kenaikan kinerja ekspor, seperti sektor pertanian naik sebesar 20,01%, industri pengolahan naik 9,17% serta pertambangan dan lainnya naik 22,66%.

Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Maret 2018 terhadap Februari 2018 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$ 358,9 juta, diikuti besi dan baja sebanyak US$ 209,7 juta, dan bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$ 133,3 juta.

Kondisi ini yang merupakan pemicu terjadinya surplus neraca perdagangan Indonesia senilai US$ 1,09 miliar, setelah pada periode Januari dan Februari 2018 mengalami defisit. (ki)

Artikel Terkait:   2016, Ekspor Kendaraan Toyota Indonesia Diperkirakan 260.000 Unit

 

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com