Neraca Perdagangan Agustus Surplus US$ 250 Juta

 

Senin, 1 Oktober 2012

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM  – Nilai ekspor Indonesia Agustus 2012 mencapai US$ 14,12 miliar, turun 12,27% dibanding Juli 2012. Pada periode yang sama, nilai impor sebesar US$ 13,87 miliar, turun 15,21% dibanding Juli sebesar US$ 16,35 miliar.

Dengan demikian,    pada Agustus  lalu neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$ 250 juta. Ini merupakan kelanjutan tren positif neraca perdagangan.  Juli lalu, neraca perdagangan masih defisit US$ 180 juta.  Sementara pada Juni defisit neraca perdagangan mencapai US$ 1,33 miliar.

Badan Pusat Statistik (BPS),  Senin (1/10), melaporkan,  ekspor nonmigas Agustus mencapai  US$ 11,26  miliar, turun 14,49% dibanding Juli 2012. Bila dibanding  ekspor Agustus 2011 turun  22,62%.

Secara kumulatif,  nilai ekspor Indonesia  Januari –  Agustus 2012  mencapai US$ 127,17 miliar, turun  5,58% dibanding  periode yang sama  2011. Demikian pula ekspor nonmigas mencapai  US$ 101,23 miliar,  turun 5,58%.

Penurunan ekspor nonmigas terbesar Agustus lalu terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$  666,3 juta. Sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bahan kimia anorganik sebesar US$ 10,5 juta.

Dilaporkan pula bahwa  ekspor nonmigas  ke Cina Agustus lalu  mencapai angkat terbesar, US$ 1,31 miliar. Disusul  Jepang  US$ 1,28 miliar dan AS US$ 1,16 miliar. Kontribusi ekspor ke tiga negara itu mencapai  33,31%. Sementara ekspor ke  Uni Eropa (27 negara)  sebesar US$ 1,42 miliar.

Menurut sektor,   ekspor hasil industri periode Januari – Agustus  2012 turun 6,2%  dibanding periode yang sama  2011. Demikian pula  ekspor hasil   tambang dan lainnya turun  4,53%. Sedangkan  ekspor hasil   pertanian  naik 2,48%.

Berdasarkan  provinsi  asal barang, ekspor Indonesia  terbesar pada periode Januari  – Agustus 2012  berasal dari  Kalimantan  Timur senilai US$ 17,61 miliar  (18,16%), diikuti Jawa Barat sebesar US$ 14,07 miliar (14,51%) dan Riau US$ 12,89 miliar (13,3%).

Impor

Impor nonmigas Agustus 2012 tercatat sebesar US$ 10,56 miliar, turun US$ 3,03 miliar (22,35%) dibanding Juli 2012 (US$ 13,59 miliar). Sedangkan selama Januari – Agustus  2012 mencapai US$ 99,16 miliar, naik 12,66%  dibanding periode  yang sama 2011 (US$ 88,02 miliar).

Impor migas Agustus lalu  sebesar US$ 3,31 miliar, naik US$ 550  juta (19,97%) dibanding   Juli 2012. Selama Januari – Agustus 2012 mencapai   US$ 27,51  miliar,  naik  2,46% dibanding periode  yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 26,85 miliar.

Nilai impor  nonmigas terbesar  Agustus 2012 adalah golongan barang  mesin dan peralatan mekanik  senilai US$  2,14 miliar, turun  21,33% dibanding  impor golongan  barang yang sama  Juli 2012 sebesar US$ 2,72 miliar.  Impor golongan  barang tersebut selama  Januari – Agustus  2012  mencapai US$ 18,81 miliar, meningkat 22,38% dibanding periode  yang sama 2011 sebesar US$ 15,37 miliar.

Negara pemasok  barang impor nonmigas terbesar selama Januari – Agustus  2012 masih ditempati oleh  Cina senilai  US$ 19,21 miliar dengan pangsa 19,37%. Selanjutnya, Jepang US$ 15,48 miliar (15,61%) Thailand US$ 7,66  miliar (7,72%). Sementara impor  nonmigas dari ASEAN mencapai  21,54%, dan dari Uni Eropa  sebesar 9,08%.

Nilai impor semua golongan  penggunaan  barang selama Januari – Agustus 2012 dibanding  impor  periode yang sama   tahun sebelumnya  masing-masing meningkat. Yakni, impor  barang konsumsi  sebesar 1,79%, bahan baku/penolong  6,87%  dan barang modal  28,65%. (ra)

Leave a Comment