Pemerintah, lanjutnya,   akan memperkuat penegakan hukum untuk industri yang mengabaikan standar lingkungan hidup. Selain itu, pemerintah juga melakukan koordinasi dengan kepolisian, jaksa dan menteri lingkungan hidup.

Ditambah lagi berdasarkan riset World Bank bahwa 80% sampah laut berasal dari darat yang kebanyakan mempunyai sistem pembuangan sampah di pesisir pantai. Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia fokus meningkatkan sistem menajemen pembuangan sampah di daerah-daerah pantai.

“Kini pemerintah sedang berkonsentrasi memperbaiki kontaminasi Sungai Citarum dimana menurut Washington Post Maret 2017 merupakan sungai terkotor di dunia,” ucapnya.

Sungai Citarum mempunyai panjang 297 km dengan 27,5 juta orang tergantung dari sungai tersebut. Masalah sungai Citarum ditambah lagi dengan adanya 3200 industri yang berada di sepanjang sungai dimana kebanyakan tidak mempunyai fasilitas proses pembuangan sampai yang tidak sesuai.

Presiden menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) untuk memperbaiki Sungai Citarum dengan membentuk kelompok kerja terdiri dari pemerintah pusat, militer, polisi, pemerintah daerah dan NGO. Pemerintah membagi Sungai Citarum menjadi 22 sektor yang dipimpin oleh kolonel tentara dalam setiap sektor.

Tim Pokja akan mengidentifikasikan masalah di sepanjang tepi sungai dan mencari solusinya. Selain itu, pemerintah mempunyai program untuk meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga lingkungan di sepanjang sungai Citarum demi generasi muda. Target presiden dalam waktu 7 tahun sungai Citarum sudah bersih dari polusi.

“Pemerintah juga bekerja sama dengan tim World Bank di Jakarta untuk meningkatkan sistem manajemen pembuangan sampah di daerah pesisir di selatan Jawa, Sumatera Selatan, Kalimantan dan Sulawesi. Difokuskan bagaimana mengumpulkan, trasportasi dan proses final di daerah-daerah tersebut,”ungkap Menko Luhut. Selanjutnya pemerintah akan memasang perangkap di mulut sungai sehingga dapat dihentikan aliran sampah ke laut.

Pendekatan komprehensif dan holistik sistem manajemen pembuangan akan dikembangkan sebelum akhir tahun sehingga dapat dianggarkan untuk tahun depan.

“Bukan pekerjaan yang mudah tapi presiden Jokowi berkomitmen dan atas dukungan dari World Bank, maka saya percaya maka kita akan dapat menyelesaikan masalah ini,” lanjut Menko Luhut.

Diskusi mengenai sampah laut ini juga dilakukan Menko Luhut dengan Ocean Caucus Cochair Senator Dan Sulivan dan Senator Sheldon Whitehouse dimana pemerintah Indonesia mendapat dukungan dari kedua senator tersebut dan berjanji akan menyampaikan masalah ini kepada pihak terkait di Amerika.

Di kesempatan terpisah lainnya dengan isu yang sama yaitu sampah plastik di laut Menko Luhut bertemu dengan anggota kongres Don Young yang akan menyediakan waktu datang ke Indonesia untuk mendiskusikan lebih detil soal ini. (dya)