Pemerintah Akan Fokus pada Investasi, Ekspor, dan Vokasi

Selasa, 13 Maret 2018

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM  –   Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan,  ada tiga faktor utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Yakni,   investasi, ekspor, dan vokasi.

 “Selain itu, ada juga faktor pendukung investasi yaitu insentif perpajakan dan penyederhanaan perizinan,” ucap  Menko Darmin saat memberikan sambutan dalam acara Konsolidasi Perencanaan dan Pelaksanaan Penanaman Modal Nasional (KP3MN), Selasa (13/3).
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menerangkan bahwa salah satu tolak ukur dari daya saing suatu negara adalah ekspor. Untuk menggenjot ekspor, berarti harus menggenjot investasi.
“Hulu dari ekspor adalah investasi. Kuncinya ada di tangan kita, para pejabat yang bertanggung jawab untuk membenahi iklim investasi,” kata Tom Lembong.
Untuk itu, pemerintah tengah menyiapkan terobosan besar dalam hal penyederhanaan perizinan dengan mempercepat implementasi Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2017.
Darmin menekankan, perubahan paradigma birokrasi dari yang tadinya “penguasa dan birokrat” menjadi “pelayan masyarakat” merupakan tanggung jawab bersama. Poin pertama adalah pengawalan proses perizinan oleh Satuan Tugas Percepatan Pelaksanaan Berusaha.
Kedua, perizinan hanya melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sebagai front line. Ketiga, adanya standar perizinan. Keempat, pelayanan perizinan yang terintegrasi secara elektronik.
“Untuk membenahi iklim investasi, kita harus melayani investor dengan baik. Di era globalisasi dan teknologi seperti saat ini, kita yang harus proaktif mencari investor dan kita sederhanakan proses perizinannya,” kata Kepala BKPM mengamini pernyataan Menko Perekonomian.
Berikut  perkembangan pembentukan Satgas Percepatan Pelaksanaan Berusaha per 8 Maret 2018:
1. Provinsi mencapai 88% (30 dari 34 provinsi),
2. Kabupaten/Kota mencapai 43% (220 dari 514 kabupaten/kota,
3. Provinsi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kotayang telah lengkap membentuk Satgas, yaitu: DI Yogyakarta, Riau, Jambi, Babel, Bengkulu, Gorontalo, Sumatera Selatan, dan Sumatera Barat.
MenkoDarmin  juga menggarisbawahi bahwa sebetulnya perekonomian Indonesia tumbuh positif. Pada periode 2014-2016, di tengah perlambatan ekonomi global, pelemahan harga komoditas, dan kondisi geopolitik yang belum kondusif, ekonomi Indonesia mampu tumbuh rata-rata 5,0 persen per tahun dan berlanjut pada tahun 2017 tumbuh 5,07 persen.
“Kualitas pertumbuhannya pun baik karena diiringi dengan tingkat pengangguran dan kemiskinan yang turun, serta distribusi pendapatan yang naik. Itu adalah kombinasi yang sulit untuk diwujudkan,” sambungnya.
Sementara untuk 2018, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai 5,4% seiring pertumbuhan investasi dan volume perdagangan global yang meningkat. (rud)

Leave a Comment

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com