Pemerintah Dirikan Perusahaan Penerbit Sukuk Valas

Jumat, 2 Juli 2010

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Pemerintah memutuskan mendirikan perusahaan penerbit surat berharga syariah negara (SBSN)/sukuk negara. Perusahaan penerbit sukuk negara itu dinamakan Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara Indonesia II, yang berkedudukan di wilayah hukum Negara Republik Indonesia, dan berkantor di Jakarta.

Keputusan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 51 Tahun 2010 tentang Pendirian Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara Indonesia II, yang berlaku mulai 6 Juni 2010.

Ditegaskan dalam PP itu bahwa perusahaan tersebut dalam menjalankan kegiatannya tidak mencari keuntungan.

Sementara itu, modal pendiriannya sebesar Rp 100 juta merupakan kekayaan negara yang dipisahkan yang berasal dari APBN 2010.

Perusahaan itu didirikan untuk jangka waktu sampai dengan SBSN yang diterbitkannya jatuh tempo atau dinyatakan lunas seluruhnya. Pemerintah memberi perusahaan tersebut kewenangan menerbitkan SBSN lebih dari satu kali penerbitan.

Dalam PP itu dijelaskan bahwa tujuan pendiriannya untuk melaksanakan penerbitan SBSN dalam valuta asing (valas) di pasar perdana internasional dalam rangka membiayai APBN sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

Adapun fungsinya sebagai penebritan SBSN dan Wali Amanat. Fungsi sebagai Wali Amanat itu hanya untuk SBSN yang diterbitkannya.

Dalam menjalankan fungsi sebagai penerbit SBSN, perusahaan itu berwenang menerbitkan SBSN dan melakukan perikatan dengan pemerintah dan/atau pihak lain dalam rangka penerbitan SBSN.

Dalam menjalankan fungsi sebagai Wali Amanat, perusahaan itu berwenang melakukan perikataan dengan pihak lain untuk kepentingan pemegang SBSN; dan menunjuk pihak lain dengan persetujuan Menteri Keuangan untuk membantu melaksanakan fungsi Wali Amanat.

Fungsi lainnya adalah mengawasi aset SBSN untuk kepentingan pemegang SBSN; dan mewakili kepentingan lain pemegang SBSN terkait dengan perikatan dalam rangka penerbitan SBSN.

Selain menerbitkan SBSN dalam valas, kegiatan perusahaan tersebut meliputi menatausahakan dan mengawasi aset SBSN untuk kepentingan pemegang SBSN; melakukan kegiatan yang diperlukan dalam rangka penerbitan SBSN sesuai dengan akad SBSN; dan/atau kegiatan lain sesuai tujuan Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia II. (ra)

Leave a Comment