Penanganan Banjir Jakarta Harus Dimulai dengan Pengorganisasian yang Baik

Selasa, 25 Maret 2014

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM –  Wakil Presiden Boediono meminta agar penanganan banjir Jakarta harus dimulai dengan pengorganisasian yang baik. Bila hal itu telah dicapai, maka berbagai hal teknis dan finansial yang berkenaan dengan implementasinya bisa dilaksanakan.

“Kombinasi dari skema public-private partnerships dan reklamasi lahan bisa diwujudkan. Bila kita ingin memulainya saat ini, kita bisa memulainya dari penanganan banjir dulu, baru kemudian nilai ekonominya akan muncul kemudian,” kata   Boediono  usai mendengar pemaparan  Piet Van Dircke, ahli manajemen air Belanda di The Keringhuis, pusat informasi manajemen air yang terletak di kompleks Maeslant Barrier di Hoek van Holland, Rotterdam, Minggu.

“Saya ucapkan terimakasih atas informasinya. Tentu saya akan mengikuti perkembangannya dan kantor saya akan membantu sebisa mungkin,” lanjut  Boediono,   yang didampingi Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan Kuntoro Mangkusubroto.

Menurut Menteri Infrastruktur dan Lingkungan Hidup  Belanda Melanie Schultz van Haegen, air selalu menjadi komponen yang sangat penting dalam pembangunan di Belanda, sesuatu yang sesungguhnya sangatlah mirip dengan Indonesia.

“Kita bahkan banyak menggunakan istilah yang sama: irigasi, polder, dam,” katanya, seperti dikutip laman Wakil Presiden.

Maestlant Barrier, lanjutnya, adalah simbol perjuangan Belanda beradaptasi dengan air mengingat 55% wilayah Belanda rawan banjir. Demikian krusial persoalan banjir terhadap kesinambungan negerinya, tak heran bila penanganan banjir dan manajemen air di Belanda mendapat dukungan penuh negara dimana undang-undang mewajibkan pemerintah mengalokasikan dana sebesar 1 Milyar Euro setiap tahunnya.

Dana tersebut menjadi fondasi yang sangat mendasar terhadap proyek-proyek pengembangan dan perbaikan fasilitas manajemen air, selain juga dalam bentuk kebijakan-kebijakan teknis lanjutan.

Pengalaman Belanda akan adaptasi infrastruktur dan lingkungan terhadap air itulah yang akan dibawa ke Indonesia.

Pekan depan, lanjut Menteri Infrastruktur dan Lingkungan Hidup, ia akan berkunjung ke Jakarta untuk melanjutkan kerjasama penanganan banjir yang telah digagas dengan pemerintah DKI Jakarta.

Rencananya, dia   akan membawa 18 institusi dan perusahaan swasta yang punya pengetahuan dan pengalaman mengenai manajemen air.

“Kami yakin penanganan manajemen air ini bisa membuka pintu kerjasama baru erat Indonesia dan Belanda,” katanya.

Maeslant Barrier adalah pintu air yang didesain khusus untuk menahan hujan badai yang sering melanda Belanda pada musim antara bulan Oktober hingga April. Maeslant Barrier adalah mega projek yang merupakan satu dari rangkaian projek konstruksi dan infrastruktur Delta Works di Belanda barat daya untuk melindungi daerah tersebut dari delta sungai Rhine-Meuse-Scheldt.

Tujuan pembangunan Maestlant Barrier adalah memperpendek bibir pantai sehingga mengurangi jumlah tanggul darat yang harus dinaikkan.

Dalam presentasi Deputy Direktor for Water Business and International Water Affairs Willem Mak mengungkapkan bahwa Belanda telah mengalami banjir yang menewaskan puluhan ribu warga sejak abad 11. Belajar dari pengalaman banjir tahun 1953 ketika 175 hektar wilayah terkena banjir dan menewaskan lebih dari 1800 orang, maka Belanda mewujudkan program Delta Works.

Program-program penanggulangan banjir di seluruh Belanda meliputi pembuatan dam, perbaikan dan perbesaran sungai, pembaharuan tanggul-tanggul lama dan pembuatan penghalang atau pintu air seperti Maestlant Barrier. Dalam salah satu projeknya, terdapat pula projek pembuatan tanggul yang sekaligus berfungsi sebagai proteksi banjir, pembangunan wilayah urban dan reklamasi tanah yang bisa diaplikasikan untuk pembangunan sea wall Jakarta.

Sedangkan untuk Jakarta, dalam projeksi jangka pendek, menengah dan panjang, projek penanganan banjir yang direncanakan akan meliputi pembangunan sea wall dan reklamasi tanah, pembangunan dam/waduk untuk menyimpan air, memperbaiki tanggul dan pompa-pompa air yang ada saat ini serta manajemen air limbah dan air tanah. (ra)

 

 

 

Leave a Comment