Pengin Nasi Padang, Jokowi Pesan Secara Online

Rabu, 20 September 2017

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Presiden Joko Widodo mengingatkan,  saat ini ada   pergeseran perdagangan dari dunia offline menuju dunia online. Dengan membuka aplikasi di smartphone, katanya, masyarakat bisa memesan barang yang diinginkan, lantas membayar,  memasukkan  alamat, barang  pun diantar ke rumah.

“Saya sering cerita sekarang saya pesan gado-gado enggak usah datang ke warung gado-gado. Saya minta Go-Food, 30 menit datang. Beli sate enggak usah datang ke warung sate. Tinggal Gofood 30 menit paling lama satu jam, satenya datang. Pengin nasi padang juga sama. Saya kalau di istana ini sudah pengin nasi padang, ya sudah. Klik klik klik klik 30 menit, nasi padangnya nongol. Itulah pergeseran perniagaan, pergeseran perdagangan dari offline, ke dunia online,” paparnya    pada Economic Talkshow: “Ekonomi Baru Di Era Digital” dan Peresmian Pembukaan Indonesia Business & Development Expo di   Plennary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (20/9).

 Pada kesempatan itu dia juga mengingatkan soal media sosial,  yang

mengakibatkan pergeseran dari konsumen barang lebih ke konsumsi pengalaman.
“Yang populer sekarang adalah orang posting di Facebook, posting ke Instagram, posting ke twitter. Saya kadang-kadang juga pengin, pasang foto yang aneh-aneh gitu. Tapi nanti ada yang bilang, Presiden narsis. Jadi saya batasi. Kadang-kadang staf kanan, kiri saya, jangan pak, jangan yang itu, jangan yang itu, jangan yang, aduh. Memang Presiden ada batasan-batasan, itu yang saya enggak senang,” tuturnya.

Sebagai presiden, lanjutnya, dia tidak bisa  sembarang posting foto di media sosial.  Dia masih bisa posting foto tempat wisata yang indah seperti Raja Ampat dan   Labuan Bajo.

“Yang acara-acara yang aneh-aneh enggak bisa dikeluarkan. Lalu video-video singkat yang lux masih bisa dikeluarkan. Kalau  yang lucu-lucu saya masih berani keluarkan. Tapi, misalnya, kayak foto saat saya mengundang artis dan penyanyi ke istana. Saat itu, saya enggak ngambil. Ada orang lain ngambil. Saya pas ngomong di sini, di sini ada Raisa, dia memandang saya. Jangan dibalik ya, ini jangan dibalik. Itu pun menjadi hits, menjadi trending di dunia maya,” urainya. Menurut dia, saat ini ada pergesaran perilaku dimana kaum muda  tidak lagi mengejar barang bermerek. Namun mereka lebih suka berbagi kenangan dan pengalaman.

 “Anak muda  sudah   ngomong, wah kuno kayak gitu itu. Beli barang branded, beli barang yang  bermerek, sudah kuno. Tapi sekarang yang diincar orang adalah kenang-kenangan, memori, pengalaman-pengalaman itu yang dikeluarkan. Kemudian dipasang untuk selama-lamanya di Facebook, dipajang di Instagram, dikeluarkan di youtube,” jelasnya.

Jokowi juga  membahas soal sharing ekonomi sebagai sebuah revolusi pada sisi suplai. Bila dulu   orang harus beli mobil, sekarang tinggal pesan di smartphone, datanglah mobil on demand, seperti .   Go Car,   Grab Car dan  Uber.

“Dulu orang harus beli rumah, ini negara lain sudah mulai banyak, orang harus beli rumah. Sekarang tinggal lihat-lihat, lihat-lihat di aplikasi. Bisa sewa kamar atau bahkan sewa rumah tapi hanya untuk satu hari, untuk dua hari, atau untuk satu minggu, atau untuk satu bulan. Pakai Air BnB, pakai Expedia,” ungkapnya.

Begitu pula dengan kantor. Bila dulu  harus punya kantor,  sekarang bisa    pakai aplikasi, bisa sewa satu-dua meja untuk menjad coworking space seperti WeWork.

“Di Jakarta sudah banyak saya lihat, di bandung sudah banyak dan di kota-kota besar yang lain sudah banyak, sudah mulai yang seperti itu,” ucapnya.

Dia mengingatkan masyarakat agar mengantisipasi adanya   perubahan  pola konsumsi dan   pola kerja.  Begitu  pula pola produksi akan  mengalami   perubahan.

“Dampak dari semua ini bukan hanya sisi konsumsi, tapi juga sisi produksi. Hati-hati. Pengusaha hati-hati, yang ingin memulai berusaha juga hati-hati. Ini peluang etapi juga ada ancaman. Banyak sekali orang yang bekerja dalam ekonomi digital. Kerjanya  sangat fleksibel, sangat dinamis,” jelasnya

Menurut dia,  para   pengemudi taksi online dan  mereka  yang menyewakan satu kamar di rumahnya ke turis melalui airBNB atau Expedia, seringkali pekerjaan utamanya bukan supir atau pemilik  hotel.

“Jadi supir atau menyewakan kamar menjadi sampingan yang mengisi waktu. Atau menguangkan sarana yang nganggur, misalnya, kamar yang biasanya kosong sekarang bisa disewakan ke orang untuk satu hari atau dua hari. Semuanya nanti akan efisien, efisien, efisien, efisien seperti itu,” paparnya.

Para produsen, lanjutnya, harus cermat mengamati pola pergeseran konsumsi masyarakat.

 “Akan punya dampak yang dahsyat pada sisi produksi. Sekarang sudah hampir tidak ada toko DVD, semua beralih ke steraming lewat internet. Toko buku semaikin dikit. Toko kamera semakin dikit, karena kita ngambil foto pakai ini (HP) cukup. Pergeseran seperti ini, orang2 produksi harus tahu,” ucapnya.
Pemerintah, imbuhnya, sudah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi masalah tersebut. Pertama, memberi keleluasaan   untuk eksperimentasi   kepada seluruh masyarakat.
“Karena inovasi memerlukan eksperimen. Hal-hal   yang baru harus dicoba, dan ini memerlukan cost dan biaya. Berarti startup jangan dicekik dengan regulasi berlebihan. Jangan terlalu diatur. Negara kita terlalu banyak aturan, regulasi, menyebabkan kita terjerat aturan sendiri. Itu yang kita potong, tapi jumlahnya masih banyak sekali. Empatpuluh dua  ribu aturan,” paparnya.
Kedua,  mempersiapkan  infrastruktur, seperti ICT. Itu sebabnya   pemerintah serius mempersiapkan  palapa ring.

Ketiga,  fokus ke cyber security.  Apalagi dalam beberapa bulan terakhir semakin banyak serangan cyber yang semakin dahsyat.

“Serangan hacker pada biro informasi kredit, hal seperti ini juga harus kita perhatikan. Dan beberapa bulan lalu pemerintah bentuk badan cyber dan sandi negara. ini dalam proses bentuk kelembagaannya. Tapi saya juga titip kepada ibu bapak, tolong siapkan betul sarana cyber security anda. Jangan sampai kejadian apliaksi digital yang mengumpulkan jutaan pelanggan, dibobol dan data pelanggan dibocorkan dan dijual ke orang yang tidak bertanggung jawab,” dia mengingatkan. (rud)

Leave a Comment

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com