Penyelenggara Pilkada jangan Mudah Tergoda

Senin, 26 Februari 2018

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM-Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Abhan mengingatkan kepada seluruh jajarannya untuk tidak mudah tergoda suap selama menyelenggarakan Pilkada serentak 2018.

“Anggota penyelenggara pemilu selalu dikelilingi oleh banyak godaan yang menggiurkan. Namun, mereka harus mampu menahan hasratnya supaya tidak mudah tergoda dengan janji atau pemberian apa pun dari pihak yang berkaitan dengan pilkada,” kata Abhan di Jakarta, Minggu (25/2).

Hal itu disampaikan Abhan menanggapi penangkapan terhadap Ketua Panwaslu dan anggota KPU Kabupaten Garut oleh Polda Jawa Barat dan Polres Garut pada Sabtu (24/2).

Abhan mengatakan penangkapan tersebut melukai proses demokrasi, khususnya di Kabupaten Garut. Apalagi, pelaksanaan pilkada serentak tahun ini diselenggarakan di 171 daerah. Artinya, ada 170 daerah lain yang berpotensi rawan politik uang dan transaksional dalam pelaksanaan tahapan Pilkada.

“Peristiwa operasi tangkap tangan yang menimpa Anggota KPU dan Ketua Panwaslu Kabupaten Garut sungguh memalukan bagi korp penyelenggara pemilu. Terlebih lagi, Bawaslu sedang menggalakkan gerakan tolak `money politic` dan peningkatan integritas jajaran penyelenggara Pemilu,” jelas Abhan.

Jajaran Polda Jawa Barat menangkap Heri Hasan Basri bersama dengan anggota KPU Kabupaten Garut Edi Sudrajat atas laporan penyelidikan yang menyatakan keduanya menerima suap berupa uang sedikitnya Rp 200 juta dan satu unit mobil.

Hadiah tersebut diduga diberikan oleh bakal pasangan calon Pilbup Garut agar KPU meloloskan mereka menjadi peserta Pilkada 2018. Namun, paslon tersebut tidak diloloskan oleh KPU dan hadiah tersebut telah diterima oleh anggota KPU dan Ketua Panwaslu Kabupaten Garut. (sr)

Leave a Comment