Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Momentum Tingkatkan Toleransi

 

Senin, 6 Februari 2012

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM –  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak kaum muslimin dan muslimat di seluruh tanah air   menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk meningkatkan toleransi, kebersamaan, dan meningkatkan pemahaman ajaran agama yang benar.

“Marilah kita songsong hadirnya kembali peradaban Islam yang luhur dan agung. Peradaban yang dilandasi oleh nilai-nilai Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW. Peradaban Islam yang diperkaya oleh pemikiran para ulama besar dari zaman ke zaman. Peradaban yang benar-benar merupakan manifestasi dari konsep Islam sebagai rahmat bagi semesta alam,” ajaknya  dalam sambutan  pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW  Tahun 2012/1433 H, Senin (6/2).

SBY mengimbau umat Islam  menunjukkan kembali jati diri dan akhlak bangsa yang mulia, dan meredam silang pendapat yang mengedepankan ego  masing-masing.

“Mari kita jauhkan iri, dengki, dan fitnah. Sebaliknya, mari kita bergandengan tangan, serta rukun dan bersatu,” ucapnya.

Sejalan dengan prinsip-prinsip tersebut, SBY  mengajak kaum muslimin dan muslimat di seluruh tanah air mengembangkan cara-cara yang arif dalam menjembatani perbedaan.

“Jangan bertindak sewenang-wenang dan mau menangnya sendiri. Kita harus hormati hak-hak setiap warga negara, meskipun berbeda keyakinan, agama, ras, ataupun suku,” katanya.

Menurut dia, citra Islam menjadi buruk  karena  salah pengertian  menyangkut ajaran Islam. Kesalahan pengertian ini, kata SBY, bukan hanya dari kalangan nonmuslim,   tetapi juga oleh sebagian umat Islam sendiri.

“Perilaku dan tindakan sebagian amat kecil umat Islam, yang nyata-nyata bertentangan dengan ajaran Islam, dan juga nyata-nyata bertentangan dengan apa yang dilakukan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW itulah, yang membikin citra Islam terkadang menjadi tidak baik,” tuturnya.

SBY menambahkan, kesalahan dan penyimpangan yang dilakukan oleh sebagian umat Islam itu, yang kemudian digeneralisasi dan bahkan disimpulkan sebagai ajaran Islam yang sesungguhnya. Padahal jelas bukan seperti itu ajaran Islam.

Pada kesempatan  itu, SBY mengajak segenap umat Islam di seluruh tanah air  untuk membebaskan Indonesia   dari perilaku dan tindakan yang menyimpang dari ajaran Islam, dan yang menyimpang dari yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

“Jauhkanlah sikap tidak toleran, tindakan kekerasan apalagi terorisme, dan berbagai perilaku yang menyimpang dan penuh kemaksiatan, agar kita bisa memutus rantai kesalahan pengertian pihak manapun terhadap keagungan nilai dan ajaran Islam yang sejati,” demikian Presiden SBY. (ra)
 

Leave a Reply