PLN Dukung Produk Industri Kreatif Lokal Hidupkan Perekonomian Nasional

Selasa, 17 April 2018

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM  –     PLN ikut serta dalam ajang Indonesia Creative Product Festival 2018 di Kuala Lumpur, Malaysia, dengan menghadirkan lima mitra binaan PLN yang bergerak dalam industri kreatif selama tiga hari (13-15/4/2018). Empat mitra binaan PLN diantaranya merupakan mitra dari Rumah Kreatif BUMN yang berasal dari Lampung, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat, serta satu mitra binaan yang berasal dari Tangerang Selatan.

Dalam hal ini, PLN mendukung produk industri kreatif Indonesia untuk dapat bersaing di pasar internasional dan mendorong industri kreatif dapat menghidupkan perekonomian di Indonesia.

Pasalnya, Indonesia memiliki potensi besar dalam industri kreatif karena produknya yang berkualitas, unik, memiliki nilai budaya Indonesia yang tinggi dan tetap terjangkau. Selain itu, dengan industri kreatif dapat tercipta lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia.

“PLN sangat mendukung program pembinaan bagi industri kreatif. Kami beri mereka ruang untuk berkarya dan memamerkan produk mereka di kancah internasional agar mereka dapat mengembangkan bisnisnya dan bersaing dengan produk internasional lainnya. Mereka punya potensi itu dan kita garap bersama,” ungkap Kepala Satuan Komunikasi Korporat  PLN I Made Suprateka, belum lama berselang.

Acara yang diresmikan oleh Duta Besar Republik Indonesia  untuk Malaysia Rusdi Kirana ini turut menghadirkan 81 usaha kecil dan menengah (UKM) binaan beberapa BUMN di Indonesia.

“Saya percaya kepada UKM untuk meningkatkan ekonomi Indonesia. Untuk buka lapangan pekerjaan baru harus bangun UKM. Tapi UKM tidak bisa sendiri, harus dengan pariwisata, seperti clean city atau kerjasama antar pemerintah kota Indonesia-Malaysia untuk menciptakan kota yang bersih. Terima kasih kepada Ibu Rini Menteri BUMN yang concern dengan mendidik UKM Indonesia. Saya lihat tadi produk-produknya luar biasa, sayang kalau tidak dijual,” ucap  Rusdi.

Berikut ini mitra binaan dan produk yang diboyong PLN ke Malaysia. Pertama,  kain tapis asal Lampung yang dapat digunakan untuk acara adat di Lampung telah dimodifikasi menjadi lebih modern dan inovatif. Dibuat dengan sulam tangan dengan aplikasi benang emas. Produk ini dikelola oleh Arismansyah dari Bandar Lampung.

Kedua,  kain batik tulis yang memiliki konsep motif kontemporer yang berasal dari Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Dalam proses pembuatannya, kain batik ini menggunakan teknik pewarnaan alami dan sintetis. Produk ini dikelola oleh Moh. Erfan daro Madura, Jawa Timur.

Ketiga,  sepatu dengan konsep etnik yang berasal dari Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sepatu jenis modern, seperti sneakers, mocassin, derby, oxford shoes, boots dan slip on dimodifikasi menjadi produk dengan kearifan lokal yang tinggi dengan perpaduan dari tenun NTB. Produk ini dikelola oleh Yunita Susanti dari Kabupaten Lombok Barat, NTB.

Keempat,  kain tenun yang berasal dari sekelompok ibu penenun di Bima, NTB yang kemudian berkembang menjadi kelompok usaha pengrajin tenun yang memasarkan produk kain khas Bima menjadi bahan untuk baju, selendang, motif untuk topi, sarung, ikat kepala, ikat pinggang, dompet dan tas. Produk ini dikelola oleh Nurfaidah dari Kabupaten Lombok Barat, NTB.

Kelima,  kerajinan tas dan dompet untuk wanita yang dikreasikan dari erbagai bahan baku olahan nusantara, seperti pandan, lontar, rotan, mendong, agel dan sebagainya. Produk ini dikelola oleh Titik Kurniasi dari Tangerang Selatan.

Pameran ICPF ini merupakan pameran yang pertama kali mengikutsertakan mitra binaan dari BUMN-BUMN dan Rumah Kreatif BUMN di Malaysia. Pelaksanaannya juga dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kementerian BUMN RI yang ke-20 dengan semangat memperkenalkan produk industri kreatif lokal unggulan Indonesia ke negara tetangga. (dya)

 

Leave a Comment

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com