PLN Peduli Bantu Program Pengelolaan Sampah Senilai Rp 413,95 Juta

Kamis, 22 Februari 2018

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM  –   Hari Peduli Sampah Nasional yang diperingati pada 21 Februari 2018 menjadi momen penting bagi PLN Peduli untuk aktif berkontribusi dalam program pengelolaan sampah masyarakat. Aksi ini ditunjukkan agar masyarakat di Indonesia dapat semakin peduli dengan lingkungan sekaligus mengedukasi bahwa sampah masih bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan baik oleh masyarakat.

Dalam hal ini, PLN Peduli memberikan bantuan program pengelolaan sampah dengan total Rp 413.950.000 di beberapa wilayah. Aksi-aksi yang dicanangkan oleh PLN Peduli dalam bantuan program pengelolaan sampah diantaranya adalah:

  1. Aksi Peduli Sampah Bersama 1.500 siswa di Bandung dan Bantuan Pengembangan 10 bank Sampah di Bandung pada 20 Januari 2018 senilai Rp 316 juta.
  2. Operasi Bersih Bebenah Ciliwung di Depok, Jawa Barat Bersama Masyarakat Peduli Ciliwung pada 24-25 Februari 2018 senilai Rp 25 juta.
  3. Aksi Puncak Agenda Tiga Bulan Bersih Sampah di Malang Kerjasama dengan Pemerintah Kota Malang pada 25 Februari 2018 senilai Rp 25 juta.
  4. Kampanye Peduli Sampah melalui Kegiatan Recycling Carnival dengan memanfaatkan produk daur ulang di Bantul, Yogyakarta pada 25 Februari 2018 senilai Rp 18 juta.
  5. Geruduk Sampah “Hari Peduli Sampah Nasional” di Rusun Marunda Jakarta pada 24 Februari 2018 senilai Rp 29,95 juta.

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian PLN terhadap lingkungan agar masyarakat lebih sadar bahwa banyak manfaat dari pengelolaan sampah yang baik dan benar.

“Hari Peduli Sampah Nasional menjadi momentum PLN untuk menggerakkan potensi masyarakat pada bidang pengelolaan sampah. Sampah sudah tak lagi menjadi musuh bagi kalangan masyarakat yang aktif dalam pengeloaan sampah. Semua aksi yang dilakukan PLN ini semata-mata untuk masyarakat. Kami mengajak seluruh masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan dengan mengelola sampah yang baik dan benar,”  Made menjelaskan, Rabu.

Artikel Terkait:   Juli, 43 Tewas Akibat Gempa Bumi

Made juga menjelaskan bahwa PLN memiliki program yang berkelanjutan dalam pengelolaan sampah, yakni Bank Sampah PLN Peduli.

“Sekarang, bersama PLN Peduli, sudah lebih dari 50.000 nasabah dari beberapa Bank Sampah tersebar di Indonesia mampu mengelola sampah menjadi sesuatu yang berguna dan bernilai ekonomis,” tambah Made.

 Sejak 2011, PLN telah aktif pada program peduli lingkungan khususnya pengeloaan sampah secara mandiri yang dikenal dengan Program Bank Sampah. Bank Sampah ini dikelola oleh kelompok masyarakat atau kader lingkungan di berbagai daerah, pecinta lingkungan, kader PKK, mahasiswa dan pelajar serta berbagai komunitas lainnya. Bersama PLN Peduli, Bank Sampah kemudian menyusun program-program untuk pengelolaan sampah yang terarah dan bermanfaat dari masyarakat untuk masyarakat.

“Saya sebagai pengrajin sampah plastik, dengan daur ulang ini, tadinya sampah tidak berguna, kita manfaatkan lagi, kita gunakan lagi menjadi barang yang sangat positif nilainya, “ kata Sri Hartini, Koordinator Daur Ulang Plastik Bank Sampah PLN Peduli di Bantul, DI Yogyakarta.

“Di Bank Sampah ini kami mengajak masyarakat, ibu-ibu rumah tangga agar dapat memisahkan sampah yang masih dapat di daur ulang, untuk ditabung di Bank Sampah,” kata Made.

Ada sekitar 337 ton sampah per bulan yang dikelola oleh Bank Sampah PLN Peduli yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. Nasabah yang telah memilah sampah kemudian menyetorkannya ke Bank Sampah untuk di timbang oleh petugas. Kemudian nilai sampah tersebut di hitung dalam buku tabungan. Hasilnya dapat di konversi dengan berbagai transaksi, termasuk dalam token listrik prabayar atau pelunasan listrik pascabayar.

Sampah yang terkumpul di Bank Sampah Induk akan dipilah lagi sesuai jenisnya, seperti plastik, kertas, koran, atau besi. Untuk sampah plastik akan masuk ke proses pencacahan dan dijual kembali ke pabrikan untuk dibuat berbagai jenis produk plastik. Sedangkan sampah kemasan dapat dikreasikan mejadi tas, sandal, bahkan hiasan rumah.

Artikel Terkait:   Desember, Inflasi di Solo 0,40%

“Bank Sampah ini konsepnya dari masyarakat untuk masyarakat. Sampahnya dikumpulin oleh masyarakat, dikelola oleh masyarakat, nanti hasilnya juga untuk masyarakat. Ini wujud kita untuk sayang dengan bumi, dengan membersikkan dari sampah,” lanjut Made.

Bank Sampah yang dikelola oleh PLN Peduli telah tersebar di Jakarta, Malang, Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Mataram, Palembang, Balikpapan, Pontianak, Padang dan Bali. Adapun tiga Bank Sampah Binaan PLN, yakni di Yogyakarta, Malang dan Surabaya mendapatkan penghargaan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai Bank Sampah Terbaik 2017. (ray)

 

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com