Relokasi, Solusi Permanen Banjir Baleendah

Selasa, 5 Desember 2017

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM  –  Relokasi merupakan salah satu dari solusi permanen penanggulangan bencana banjir tahunan di 3 kecamatan, yakni Kecamatan   Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojong Soang, Kabupaten  Bandung, Jawa Barat.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei saat mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan kolam retensi di Kecamatan  Baleendah, Senin (4/12).

Pada kesempatan ini, Presiden Jokowi memberikan bantuan kepada pengungsi banjir Baleendah sebanyak 300 paket yang terdiri dari 75 paket perlengkapan makan, 75 paket family kits, 75 paket peralatan dapur, dan 75 paket kids ware.

“Presiden sudah memberikan arahan untuk menanggulangi bencana banjir ini seperti relokasi penduduk, membuat terowongan air sungai citarum untuk mempercepat aliran air, normalisasi sungai dan memperbaiki drainase,” jelas Willem saat rapat koordinasi di GOR Inkanas, Baleendah.

Saat ini, seluas 6,8 hektar lahan di Kecamatan  Baleendah sudah dibebaskan untuk pembangunan kolam retensi air sungai citarum. Kolam retensi ini berfungsi sebagai penampungan air sementara luapan anak Sungai Citarum, yakni Sungai Cigado, Cisangkui, dan Cikapundung yang bermuara di Baleendah.

Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, saat curah hujan tinggi sering kali 3 sungai ini tidak dapat menampung debit air yang tinggi sehingga meluap dan menyebabkan banjir ke wilayah Kecamatan  Baleendah.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi   Jawa Barat, jumlah pengungsi   per 3 Desember 2017, di Kecamatan  Baleendah dan Dayeuh Kolot sebanyak 150 KK (484 Jiwa) yang terdiri 57 lansia, 45 balita, 2 ibu hamil, 40 anak, 22 ibu menyusui, dan 1 pengungsi sakit. (dya)

 

 

Leave a Comment