RI Genjot Promosi Makanan dan Minuman di AS

Selasa, 13 Januari 2015

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM –  Meski   ekspor makanan dan minuman ke Amerika Serikat (AS) tahun lalu mencapai  US$   80 miliar atau Rp 100 triliun, Atase Perdagangan Washington DC kembali melakukan promosi intensif.

“Transaksi makanan dan minuman spesial di AS tahun lalu tercatat sebesar USD 80 miliar atau lebih dari Rp 100 triliun. Konsumen AS sangat terbuka untuk mencoba jenis makanan baru, sehingga pasar AS luar biasa besar dan terbuka bagi impor, termasuk dari Indonesia,” kata Atase Perdagangan   Made Marthini di KBRI Washington DC, Senin (12/1).

KBRI Washington   menggencarkan promosi lewat berbagai event pameran. Kali ini  Indonesia kembali hadir pada pameran mamin terbesar di Amerika Utara Winter Fancy Food Show 2015 (WFFS) pada 11-13 Januari 2015 di The Moscone Center, San Francisco, Amerika Serikat (AS).

Ada empat perusahaan Indonesia yang turut hadir pada pameran kali ini, yaitu Javara (produk-produk rempah, sambal, beras, dan produk organik lainnya), PT Harendong Tea (organik), PT Java Peppers (sambal botol dan asinan sayur), dan Kapal Api (makanan ringan, permen, kopi, dan lain-lain).

Java Peppers selalu hadir dalam WFFS dan berhasil mendapatkan buyers besar seperti Trader Joe’s. Tahun ini, Java Peppers mencoba peruntungan baru lewat produk sambal matah Bali.

Di hari pertama, produk ini mendapat sambutan hangat di pasar AS. Produk teh Harendong asal Banten dengan merek Arum Tea memiliki kualitas dan desain kemasan yang sangat prima juga mengundang perhatian pengunjung.

Sedangkan Kapal Api yang selama ini dikenal dengan permen-permen rasa kopi dan buah, mencoba memperbanyak jenis permen yang dapat diterima di pasar AS.

Dari kegiatan pameran hari pertama, animo buyers, pengusaha restoran, dan distributor cukup baik. Javara misalnya, banyak mendapatkan permintaan produk berbasis kelapa dan rempah-rempah, seperti merica kering batangan, sereh kering, dan kapulaga. Sedangkan Java Peppers asal Malang mendapat banyak respon positif atas produk asinan botol mereka.

“Kami berharap sedikit demi sedikit produk makanan minuman yang masuk ke pasar AS bukan lagi produk bahan baku/semi olahan, namun juga yang telah diolah atau memiliki nilai tambah bagi ekonomi Indonesia,” lanjut Made.

Produk-produk yang dipamerkan oleh empat perusahaan tersebut dalam WFFS telah diolah dan merupakan merek mereka sendiri.

Fancy Food Show diadakan dua kali setahun, Winter Show di kota San Fransisco, sedangkan Summer Show di kota New York. Kedua pameran ini adalah yang terbesar di Amerika Utara dan setiap tahunnya dihadiri dan diikuti sekitar 25.000 pengunjung dan peserta pameran.

Paviliun Indonesia difasilitasi oleh Kantor Atase Perdagangan  RI di Washington DC dan Konsulat Jenderal RI di San Francisco.

Selain empat perusahaan di Paviliun Indonesia, terdapat tiga perusahaan Indonesia lainya yang juga turut serta dalam pameran kali ini, yaitu PT Mayora, Jans Food, dan Takari (distributor makanan Indonesia asal Los Angeles).  (ra)

Leave a Reply