Rp 1,25 Triliun, Alokasi Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Pendidikan 2010

Senin, 5 Juli 2010

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Alokasi dana percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan (DPPIP) 2010 ditetapkan sebesar Rp 1,25 triliun. DPPIP dialokasikan untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan kabupaten/kota.

DPPIP yang dialokasikan kepada daerah kabupaten/kota adalah bagian dari dana penyesuaian tahun anggaran 2010, sebagaimana ditetapkan dalam UU Nomor 47 Tahun 2009 tentang APBN Tahun Anggaran 2010, yang telah diubah dengan UU Nomor 2 Tahun 2010.

Ditegaskan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 114/PMK.07/2010, alokasi DPPIP merupakan jumlah pengeluaran paling tinggi yang diperbolehkan untuk setiap bidang.

DPPIP merupakan bagian dari pendapatan daerah dan dianggarkan dalam APBD 2010 atau APBD Perubahan 2010.
Alokasi DPPIP 2010 untuk kabupaten/kota dipergunakan untuk empat kegiatan. Pertama, rehabilitasi dan/pembangunan ruang kelas SD/SDLB (sekolah dasar luar biasa)/MI (madrasah ibtidayah).

Kedua, rehabilitasi ruang kelas dan pengadaan sarana/alat pembelajaran SMP/SMPLB/MTs (madrasah tsanawiyah).

Ketiga, rehabilitasi ruang kelas dan pengadaan sarana/alat pembelajaran SMA/SMK (sekolah menengah kejuruan)/MA (madrasah aliyah)/MA Kejuruan/SMALB.

Keempat, rehabilitasi ruang kelas dan pengadaan sarana/alat pembelajaran SLB (sekolah luar biasa).
PMK itu juga memuat sejumlah kegiatan yang tidak dapat didanai dari DPPIP. Yaitu, dana pendamping dana alokasi khusus; sewa; administrasi kegiatan; penelitian; pelatihan; dan perjalanan dinas pegawai daerah.

Penyaluran DPPIP 2010 dilakukan dengan cara pemindahbukuan dari rekening kas umum negara ke rekening kas umum daerah. Penyalurannya dilakukan secara bertahap. Perinciannya, tahap I dan II, masing-masing 45%, dan tahap III sebesar 10%. (ra)

Leave a Comment