Saatnya Membangun Kerjasama Ekonomi RI – Afsel

Selasa, 25 Agustus 2017

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM –  Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan di hadapan para pelaku usaha Afrika Selatan (Afsel) bahwa saat ini merupakan momentum yang tepat untuk membangun kerja sama ekonomi Indonesia dengan Afsel.

Penegasan ini disampaikan pada saat pelaksanaan Forum Bisnis Indonesia-Afrika Selatan, Sabtu (22/7), di Johannesburg, Afsel.

“Saat ini merupakan momentum yang tepat bagi Afsel untuk bekerja sama dengan para pelaku usaha Indonesia baik dari usaha kecil, menengah, dan besar. Indonesia merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan salah satu ekonomi paling dinamis pada G20,” ungkap Enggar.

Forum Bisnis Indonesia-Afsel ini terselenggara atas kerja sama Departemen Perdagangan dan Industri Afrika Selatan, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Pretoria, serta Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Johannesburg.

Mendag Enggar berkunjung ke Afrika bersama delegasi bisnis yang terdiri dari 21 pengusaha yang tertarik melihat Afsel yang pertumbuhan ekonominya pesat. Para pengusaha ini berasal dari sektor pertanian (kopi, kelapa, dan kelapa sawit), hingga manufaktur (ban mobil, bumbu dan bahan makanan, kertas rokok, kertas tulis, produk tekstil, alas kaki, atap, bahan bangunan dan konstruksi), serta sektor keuangan.

Para pengusaha ini ingin menggali lebih dalam informasi mengenai potensi ekonomi di Afsel dan mengeksplorasi kemungkinan kerja sama bisnis dengan Afsel.

“Para pegusaha tertarik datang ke Afsel di tengah-tengah pertanyaan mengenai isu pertumbuhan penduduk yang tinggi dan globalisasi di Afrika untuk membangun kolaborasi bisnis jangka panjang,” imbuh Enggar.

Pada Forum Bisnis tersebut, Mendag Enggar juga meminta dukungan dari Afsel terhadap proposal dan negosiasi Preferential Trade Agreement (PTA) antara Indonesia dengan lima negara yang tergabung pada di Southern African Customs Union (SACU). Kelima negara tersebut yaitu Botswana, Lesotho, Namibia, Afrika Selatan, dan Swaziland.

“Afsel merupakan negara yang memiliki posisi yang strategis pada SACU. Afsel juga memegang peranan utama di kawasan Afrika. Sementara Indonesia memiliki posisi strategis di kawasan Asia Tenggara,” kata Mendag.

Selain itu, untuk mendorong terjadinya realisasi ekspor antara peserta misi dagang dengan pelaku usaha di negara tujuan misi dagang, Pemerintah juga akan memanfaatkan skema imbal dagang (counter trade). Sebagai lembaga pembiayaan ekspor Indonesia, Eximbank menyatakan komitmennya siap mendukung pelaksanaan skema imbal dagang tersebut.

Kinerja perdagangan Indonesia diprediksi mencapai angka triliunan dolar pada 2020. Indonesia
saat ini juga merupakan ekonomi terbesar ke-16 dunia. Posisi ini diperkirakan akan meningkat ke
peringkat 7, menggatikan Jerman dan Inggris. Populasi Indonesia juga berkembang pesat dengan
pertambahan penduduk sebesar 90 juta jiwa dalam jangka waktu 20 tahun ke depan yang akan
memacu konsumsi domestik.

Mendag menjelaskan, yang menjadi kunci dari kemajuan tersebut adalah “Keterbukaan” dan
“Daya Saing”. Dengan “keterbukaan” akan membawa Indonesia masuk ke dalam rantai nilai global
didukung kekuatan sumber daya alam, inovasi kreativitas dan talenta, demografis, dan lokasi
strategis Indonesia di Asia Tenggara.

Sedangkan dengan “daya saing,” Indonesia bertekad menjalankan ekonomi dengan cara yang lebih efisien agar dapat bersaing dalam ekonomi regional dan global yang semakin terintegrasi.

Selain itu, Mendag Enggar juga menyampaikan bahwa Pemerintah telah mengeluarkan 15 paket
ekonomi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Untuk memajukan perekonomian nasional, Indonesia juga berkomitmen dalam kelestarian lingkungan, antara lain dengan melakukan pemberantasan pembalakan liar melalui pemberlakuan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) yang saat ini diakui Uni Eropa, memerangi penangkapan ikan secara ilegal, serta mengembangkan industri kelapa sawit yang berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Mendag juga mengundang para pelaku usaha dari Afsel untuk
menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) ke-32 yang akan diselenggarakan pada 11-15 Oktober 2017
di Jakarta, Indonesia. Acara ini akan mencakup 1.100 peserta pameran dan diharapkan dihadiri
oleh lebih dari 16.000 pembeli dari seluruh dunia

“Kenali Indonesia untuk data saling terhubung dan bermitra karena Indonesia menawarkan
banyak kesempatan untuk berkembang bersama,” pungkas Enggar. (udy)

1 thought on “Saatnya Membangun Kerjasama Ekonomi RI – Afsel

Leave a Comment