Tak Terpengaruh Aksi Teror, Kemendag Gelar Indonesia Night di Davos

Senin, 18 Januari 2016

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM  –      Memanfaatkan momentum World Economic Forum (WEF) 2016 di Davos, Swiss, Menteri Perdagangan   Thomas Trikasih Lembong akan mengundang para pemimpin/perwakilan pemerintah negara seperti Swiss dan Amerika Serikat, beberapa CEO dunia, dan pimpinan media internasional dalam acara Indonesia Night di Morosani Schweizerhof, Davos, pada 21 Januari 2016 mendatang.

Acara bertajuk Remarkable Indonesia – the Senses of Indonesia ini sengaja dibuat untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia tak terpengaruh aksi terorisme, dan saat ini Indonesia sedang fokus membangun dan meningkatkan ekspor nasional.

“Kami akan menunjukkan pada dunia bahwa aksi teror di Jakarta tidak berpengaruh pada ekonomi Indonesia. Sebaliknya, Indonesia tetap fokus pada peningkatan ekspor nasional,” tegas Mendag Tom, Senin (18/1).

Pada acara tersebut, Tom akan meminta para pemimpin dunia tetap menjalin kerja sama perdagangan dengan Indonesia dan tidak perlu takut bepergian ke Ibu Kota Jakarta.

“Pemerintah bekerja keras untuk memberikan perlindungan dan menciptakan keamanan nasional,” katanya.

Menurut Tom Lembong, acara seperti ini menjadi ajang sangat penting bagi Indonesia untuk menciptakan nation branding.

“Indonesia Night menjadi ajang promosi yang begitu strategis di forum berkelas dunia WEF 2016. Ini salah satu upaya menarik perhatian pemimpin dunia dan komunitas bisnis internasional yang hadir pada acara WEF,”  kata Menteri Tom Lembong yang pernah dinobatkan sebagai Young Global Leader 2008 oleh WEF.

Indonesia Night ingin memberikan kesan baik di benak para pemimpin dunia. Mereka memiliki jaringan luas dan komunitas bisnis internasional sehingga diharapkan dapat menyebarluaskan citra baik Indonesia.

“Kami berharap kekayaan sumber daya alam, produk, keunikan budaya, kontribusi Indonesia terhadap perekonomian dunia, serta jati diri Indonesia sebagai negara maritim dapat dikenal ke penjuru dunia,” lanjut Tom.

Pasar Malam Indonesia Night 2016 akan menggunakan konsep pasar malam untuk menampilkan berbagai kreasi kegiatan. Aneka makanan khas dan hiburan tradisional Indonesia akan menjadi jamuan para tamu undangan yang terdiri dari para pimpinan pemerintahan, pebisnis terkemuka internasional, pimpinan lembaga internasional, serta pimpinan media.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak menjelaskan, sajian kuliner nusantara akan diramaikan display produk makanan olahan, serta dimeriahkan pentas seni budaya Indonesia yang dikemas modern.

“Para tamu diajak menikmati rasa Indonesia melalui pengalaman sights, sounds, taste, touch, smell, secara interaktif dan aktif. Pada Indonesia Night tahun ini, potensi kekayaan serta keragamaan Indonesia Timur akan lebih ditonjolkan,“ terang Nus.

Aneka menu cita rasa khas nusantara yang akan ditawarkan, antara lain gado-gado, pecel, ketoprak, soto betawi, soto makassar, nasi kuning, dan nasi ungu (dari sari daun teleng) dengan aneka lauk pauk seperti sate lilit, sate tempe, semur daging, teri kacang, bakwan jagung, aneka kerupuk, dan emping. Minuman yang disajikan antara lain es cendol, es sirsak, es cincau hitam, dan wedang ronde. Camilan khas Indonesia pun turut memanjakan para tamu, seperti kue talam, dadar gulung, ketan serundeng, dan klepon.

Pengalaman merasakan Indonesia juga dimeriahkan lewat pertunjukan seni dan budaya berupa Malang Flower Carnival.

Selain itu, penyanyi acapella Pentaboyz akan mempersembahkan lagu-lagu nusantara. Kemudian dilanjutkan pula dengan pertunjukan pantomim, tari Cendrawasih dari Bali dan Sajojo dari Papua, serta tari Jaipong Adumanis dari Jawa Barat.

Ajang Indonesia Night WEF 2016 ini juga digunakan Mendag Tom untuk menguatkan nation branding Indonesia. Nation branding penting dilakukan untuk mendapatkan perhatian serta menarik minat dan kepercayaan dari dunia internasional, khususnya para pelaku bisnis (buyer), investor, wisatawan, konsumen, donor, media, dan negara lain.

Indonesia sudah saatnya memiliki brand yang dapat mewakili bangsa Indonesia secara keseluruhan. Upaya membangun nation branding tersebut menjadi tugas semua pihak termasuk pemerintah, stakeholder, masyarakat, maupun pihak swasta.

“Butuh upaya terstruktur, sinergis, terintegrasi, simultan, dan berkelanjutan untuk membangun nation branding,” kata Dirjen Nus.

Indonesia Night ini salah satu wujud penerapan nation branding yang tepat. Sejumlah kementerian dan lembaga turut terlibat, seperti Kemendag, Kementerian Keuangan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Luar Negeri, serta komunitas bisnis nasional, Perwakilan Tinggi Republik Indonesia (PTRI) di Jenewa, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bern, Swiss, yang secara sinergis memberikan dukungan.

“Nation branding harus dilakukan semua pihak secara sinergis. Ini yang terus kami lakukan ke depan,” kata Nus.

Di Swiss nanti Mendag Tom juga akan menggaungkan capaian dankebijakan terkini Indonesia dalam bidang ekonomi dan perdagangan, serta memaparkan gagasan baru kepada para pemimpin dunia di beberapa panel dialog dan pertemuan bilateral yang akan diikuti. (dya)

Leave a Comment