Tarif KA Bandara Soekarno-Hatta Dibuat Lebih Murah

Rabu,  6 Desember 2017

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM-Kementerian Perhubungan mengupayakan agar tarif KA Bandara Soekarno-Hatta bisa lebih murah dari yang berlaku saat ini Rp 100. 000, menyusul pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebutkan tarif sebesar itu  terlalu mahal.

“Ini tarif KA sedang kita pelajari, kemarin Presiden (Jokowi) memang menyatakan mungkin agak terlalu mahal dan kita akan kaji dengan suatu angka yang lebih bersahabat,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai menguji coba KA Bandara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (5/12).

Budi  menyatakan, tarif  Rp 100.000 belum final, artinya masih bisa didiskusikan dengan PT Kereta Api Indonesia dan PT Raiink selaku operator.

Yang pasti, katanya, dalam dua hari ini akan dilakukan kembali uji coba, baik itu untuk menguji jalur maupun penyesuaian dengan jadwal kereta rel listrik. “Saya minta kepada mereka untuk lakukan finalisasi karena uji coba ink adalah uji coba jakir dan slot. Kita ingin sekali kalau dioperasikan tidak ada masalah serius,” katanya.

Uji coba dimungkinkan dengan melibatkan masyarakat sebelum pekan depan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. “Satu, dua hari ini akan dipakai lebih intensif, supaya minggu depan Pak Presiden bisa meresmikan dan secara masif digunakan pada 1 Januari 2018,” katanya.

Direktur Utama PT Railink Heru Kuswanto mengatakan, uji coba selanjutnya akan dilakukan dengan kecepatan 70 kilometer per jam, sementara saat ini baru 40 kilometer per jam. “Sekarang masih pelan-pelan diuji coba, kita mengarah ke 70 kilometer per jam,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga akan menyesuaikan jadwal kereta rel listrik (KRL), terutama di jam-jam sibuk. “Sebenarnya, KA Bandara ini tidak ada masalah karena sudah diatur, jadwal sudah `matched`, kita perlu coba sebelum tanggal main,” katanya.

Nantinya, lanjut dia, KA Bandara juga akan berhenti di tiga stasiun, yaitu Sudirman, Duri dan Batu Ceper. “Untuk awal operasi kita 40 perjalanan dulu dan 82 yang kita punya, artinya hanya butuh empat atau lima rangkaian kereta, kita sambil terus evaluasi sampai pengoperasian Januari,” katanya. (sr)

Kemenperin-Himbara Salurkan Modal untuk IKM

Rabu, 6 Desember 2017

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM-Kementerian Perindustrian bekerjasama dengan Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) untuk mendukung program penyaluran modal Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui Program e-Smart IKM.

” Kita selama ini baru kerja sama dengan BNI, nah kedepan kita sama Himbara,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Selasa (5/12).

Kerja sama tersebut akan dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama di tingkat menteri, yakni Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri BUMN Rini Soemarmo.”Sekarang draf MoU sedang kami proses. Target ke depan Himbara, bahkan BCA kita ajak kerja sama,” tukas Gati.

Menurut Gati, perbankan BUMN tersebut merespons baik rencana untuk mendukung pembiayaan IKM ini, sehingga nantinya kerja sama tersebut diharapkan dapat berjalan lancar.

“Respons mereka bagus, karena mereka meluaskan pasarnya, resminya kita masih tahap penyusunan MoU,” pungkas Gati.

Kendati demikian, Kemenperin tidak akan memberikan rekomendasi kelaikan sebuah IKM untuk mendapatkan kredit dari bank tertentu.

Namun, Kemenperin akan memberikan data IKM mana saja yang telah mengikuti lokakarya terkait e-Smart IKM yang diselenggarakan Ditjen IKM Kemenperin.

“Kita tidak rekomendasi. Kita lepas ke pasar, kita kasih tahu  kita mau latih ini orang loh, mereka pilih yang ini yang ini belum visibel, yang ini ini sudah, nanti bank sendiri yang menentukan,” ungkapnya. (sr)

Leave a Comment