Triwulan II-2014: Harga Properti Residensial Naik 2,15%

Rabu, 14 Mei 2014

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM –   Survei Harga Properti Residensial (SHPR)  yang dilakukan Bank Indonesia triwulan I-2014 mengindikasikan masih melambatnya kenaikan harga properti residensial di pasar primer.

Hal ini terlihat dari Indeks Harga Properti Residensial pada triwulan I-2014 yang tumbuh 1,45% (qtq) atau 7,92% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 1,77% (qtq) atau 11,51% (yoy). Perlambatan terjadi pada semua tipe rumah, khususnya rumah tipe menengah dan besar.

“Untuk triwulan II-2014, hasil survei memperkirakan harga properti residensial akan tumbuh 2,15% (qtq) atau lebih tinggi dari kenaikan pada triwulan I-2014,”   demikian informasi yang dilansir laman BI, Rabu (14/5).

Sejalan dengan perlambatan harga properti residensial, hasil survei menunjukkan pertumbuhan volume penjualan properti yang melambat. Volume penjualan properti residensial hanya tumbuh sebesar 15,33% (qtq) pada triwulan I-2014, jauh menurun dari pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 31,54% (qtq).

Penurunan ini antara lain sebagai dampak lanjutan dari kebijakan Loan to Value (LTV) yang diterapkan oleh Bank Indonesia pada September 2013.

Hasil survei menunjukkan pembiayaan pembangunan properti residensial terutama bersumber dari internal pengembang. Sebagian besar pengembang (58,91%) menggunakan dana sendiri sebagai sumber pembiayaan usahanya.

Sementara itu, sumber pembiayaan konsumen untuk membeli properti masih didominasi oleh pembiayaan perbankan. Sebanyak 72,32% responden masih memanfaatkan KPR sebagai fasilitas pembiayaan dalam pembelian properti residensial, khususnya pada rumah tipe kecil. (ra)

Leave a Comment