Valuasi Go-Jek Meroket Jadi Rp 53 Triliun

Selasa, 13 Februari 2018

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Valuasi penyedia ride sharing Go-Jek meroket menyusul kucuran dana dari Google, Astra, dan Grup Djarum.  Setelah tiga perusahaan tersebut mendanai salah satu unicorn di Indonesia ini membuat valuasi meroket di kisaran 4 miliar dollar AS atau setara Rp 53 triliun. Namun, hingga kini belum terekspos jumlah kucuran dari tiga entitas usaha tersebut yang diterima Go-Jek.

Perusahaan penyedia ride sharing di Indonesia ini tidak merinci berapa uang yang diperoleh dari sesi penggalangan dana terakhir. Beberapa investor mengungkap besaran dana yang mereka kucurkan, beberapa yang lain merahasiakan, demikian dikutip kompas.com.

Astra, dalam sebuah acara yang digelar kemarin (12/2), menyebut bahwa dana yang digelontorkan untuk Go-Jek di sesi pendanaan terakhir mencapai US$ 150 juta atau setara Rp 2 triliun.

Lalu, dalam waktu berurutan, anak usaha Grup Djarum, yaitu Global Digital Niaga, mengumumkan mengucurkan uang untuk Go-Jek di sesi pendanaan serupa. Namun, tidak diungkap besar dana tersebut.

Sebelum Astra dan GDN mengumumkan pendanaan, ada juga tiga perusahaan raksasa yang telah mengucurkan dana ke Go-Jek. Perusahaan tersebut adalah Google, Meituan-Dianping, dan Temasek

Hanya Google yang resmi mengungkap bahwa mereka mengucurkan dana ke Go-Jek. Selain itu, tidak diketahui besar dana yang dikucurkan masing-masing perusahaan.

Informasi yang beredar menyebut, sesi pendanaan yang diikuti Astra, GDN, Google, Meituan-Danping, dan Temasek itu menghasilkan dana total 1,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 16 triliun.

Pada Maret 2017 lalu pun Go-Jek diketahui mendapat kucuran dana dari raksasa internet China, yakni Tencent, dan perusahaan e-commerce JD.com. Tencent mengungkap telah mengucurkan dana 150 juta dollar AS atau Rp 2 triliun, sedangkan JD.com senilai US$ 100 juta atau Rp 1,3 triliun.

Beberapa bulan sebelumnya, yaitu Agustus 2016, Go-Jek juga telah mendapatkan pendanaan kolektif senilai 550 juta dollar AS atau lebih dari Rp 7,2 triliun.

Nama-nama investor yang menanam modalnya di Go-Jek pada kurun waktu tersebut adalah KKR, Warburg Pincus, Farallon Capital, dan Capital Group Markets.

Selain itu, ada juga investor-investor lama yang terus menggelontorkan dana ke Go-Jek, yaitu Sequoia India, Northstar Group, DST Global, NSI Ventures, Rakuten Ventures, dan Formation Group.

Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa sepanjang 2016 hingga 2018, Go-Jek telah menerima kucuran dana sekitar Rp 26,5 triliun. Ini baru yang diungkap ke publik saja, belum terhitung kucuran dana yang jika ada, tidak disampaikan ke publik.

Go-Jek merupakan satu dari empat unicorn yang muncul di Indonesia. Unicorn merupakan sebutan bagi start-up atau perusahaan rintisan yang mempunyai valuasi lebih dari US$ 1 miliar atau sekitar Rp 1,3 triliun (kurs Rp 13.500 per dollar AS).

Adapun unicorn lainnya adalah Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak. (au)

Leave a Comment

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com