2019, Kementerian PUPR Ubah Sampah Jadi Energi

Kamis, 12 Juli 2018

Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM  –   Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan,  Kementerian PUPR mendukung pembangunan di Indonesia dalam memerangi kemiskinan dan kesenjangan tidak hanya dalam bentuk pembangunan jalan tol, jalan umum atau bendungan besar, tapi juga memiliki program 100-0-100, yakni 100% air minum, 0% kawasan kumuh, dan 100% fasilitas sanitasi serta drainase di seluruh wilayah Indonesia.

Selanjutnya, dalam menangani sanitasi sampah, terdapat tiga hal yang harus dilakukan diantaranya, pertama adalah penyediaan infrastruktur baik untuk sampah liquit maupun sampah padat, kemudian regulasi/aturan-aturan yang terdapat didalamnya, dan yang ketiga adalah dari partisipasi masyarakat.

“Kementerian PUPR saat ini sedang memanage sampah yang di darat agar tidak menyebar ke laut. Di Bali sendiri kami sedang merevitalisasi TPA Regional Suwung untuk daerah Sarbagita, Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan, dan sekitar 2.000 ton sampah setiap harinya diangkut ke TPA ini, dan kami akan mengubah sampah tersebut menjadi energi pada tahun 2019,” jelas Menteri Basuki  saat mendampingi Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim di Bali, pekan lalu.

 Lebih lanjut Menteri Basuki mengungkapkan bahwa TPA Regional Suwung seluas 32 Ha akan ditutup 22 Ha, dan memanfaatkan 5 Ha menjadi sistem waste to energy pada 2019.

“Dari luas keseluruhan TPA Regional Suwung 32 Ha, 22 Ha akan kami tutup tahun depan karena ketinggian sampah sudah mencapai 43 meter, kemudian 5 Ha yang lain masih aktif dan 5 Ha selanjutnya akan kita tempatkan untuk energi dengan mengalokasikan anggaran sekitar Rp. 200 miliar,” ungkapnya, disitir laman Kementerian PUPR.

Di samping itu, Menteri Basuki juga memaparkan bahwa tidak hanya menggerakkan konsep 3R (reduce, reuse, recycle), namun juga sudah menerapkan pembuatan material aspal dengan menggunakan sampah plastik dan pilot projectnya sudah berjalan di Universitas Udayana, Bali.

Dalam kunjungannya selama dua hari di Bali, Presiden Kim juga mengutarakan kekagumannya pada Indonesia dan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia. “Indonesia, selain perkembangan ekonomi yang bagus, yang mengagumkan dari Indonesia adalah itikad dan komitmen untuk melihat Indonesia ke depan, tidak hanya 1 tahun, 2 tahun, 5 tahun tapi lebih jauh ke depan,” ucap  Jim Yong Kim.  (rud)

Leave a Comment

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com